Polres Mataram Buru Penganiaya Wartawan

Blog Single

Mataram (ANTARA News) - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memburu empat preman yang diduga menganiaya dua wartawan pada Selasa (1/9).

 

"Perburuan terhadap pelaku pemukulan dua wartawan televisi, yakni Yosibio Novianto dari TransTV dan Herman Zuhdi dari TVOne, dilakukan hingga Lombok Tengah dan Lombok Timur," kata Kapolres Kota Mataram, AKBP Triyono BP, Sabtu (5/9).


Dalam rapat dengan anggota DPRD Kota Mataram yang dipimpin ketua sementara M. Zaini, ia mengatakan polisi sudah mengetahui identitas di antara preman tersebut.

 

Dua wartawan tersebut dianiaya preman ketika sedang meliput razia warung makan yang beroperasi di bulan puasa bersama gabungan Satpol PP Kota Mataram dan Pemprov NTB.

Ia mengatakan polisi dalam upaya menangkap preman yang menganiaya wartawan bekerja sama dengan kepala lingkungan dan masyarakat.

"Saya sedikit malu membaca koran hari ini (5/9) yang menyiarkan berita, 'memalukan polisi tidak bisa menangkap pelaku penganiayaan wartawan', bahkan pelaku diibaratkan Noordin M Top yang sulit ditangkap," katanya.

Menurut dia, memang belum ditangkap, namun satu dari empat orang yang terlibat penganiayaan itu sudah teridentifikasi, tinggal ditangkap saja.

"Pengejaran ke kediaman salah seorang tersangka yang teridentifikasi bernama Herman telah dilakukan namun belum berhasil." katanya.

Rumah makan yang dirazia Satpol PP itu terletak di Jalan Ismail Marzuki dan Jalan Bung Karno, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, karena tetap beroperasi di siang hari saat umat Islam tengah berpuasa.

Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan mengancam akan membongkar puluhan warung makan di daerah tersebut karena diduga juga sering dijadikan tempat mesum. (*)

Berita Terkait: