Hak-hak Istri Tersangka Teroris Tidak Terlindungi

Blog Single

TEMPO Interaktif, Palembang - Perlindungan dan Penanganan terhadap istri-istri yang disangka teroris masih dinilai tidak berpihak kepada perempuan. Pasalnya, banyak hak-hak perempuan yang dilanggar seperti hak privacy dan tekanan, papar Siti Ruhaini pengamat gender dari Universitas Islam Negeri Yogyakarta dan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) pada diskusi di Sekolah Demokrasi di Palembang, Sabtu (15/8).

 

Salah satu hak yang dilanggar itu adalah saat mereka ditangkap identitas mereka tidak disembunyikan, dipisahkan dari keluarganya seperti anaknya. Padahal status mereka hanya saksi saja. Dalam konteks hubungan suami istri yang pola masih sangat tradisional tidak menutup kemungkinan istri tidak tahu apa yang dilakukan oleh suaminya. “Jadi kalau ditanya, apa kerja suami dan aktifitas diluar, pasti mereka bilang tidak tahu,” katanya .


Sebab dalam hubungan yang tradisional, lanjut Ruhaini, istri tidak boleh tahu apa yang dilakukan suami dan karena suami adalah imam maka dia tidak bisa bertanya, singkatnya tidak ada diskusi. Nah, dalam konteks itu pihak lain harus bisa memahami hubungan yang tradisional.

 

Ruhaini juga mengingatkan saat melakukan investigasi polisi mestinya sudah tahu seberapa jauh peranan istri-istri teroris tersebut, sehingga polisi harus mengamankannya. “Masak Rani saja bisa disimpan dan diamankan untuk penyelidikan,” ujarnya. Selain itu, dia juga melihat terlalu di blow up-nya pemberitaan mengenai istri-istri teroris ini oleh media massa.

Dia juga berharap lembaga yang bergerak dan fokus dalam penangan perempuan bisa melihat kasus hak-hak perempuan dalam konteks istri-istri teroris ini. Agar para perempuan tidak merasa sendirian dan diabaikan.

Lebih jauh Ruhaini mengatakan bukan berarti dirinya menyetujui tindakan-tindakan yang dilakukan oleh teroris dia hanya melihat dalam konteks penangan terhadap hak-hak perempuan. (*)

 

Dikutip dari Tempo Interaktif: http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/08/15/brk,20090815-192758,id.html

Berita Terkait: