Disbudpar Maluku Adakan Lomba Penulisan

Blog Single

Ambon (ANTARA News) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maluku akan menggelar lomba penulisan bertema pariwisata bagi para wartawan di provinsi itu, sebagai bagian dari upaya mempromosikan kekayaan potensi pariwisata Maluku secara optimal.

 

Kepala Disbudpar Maluku, Florance Sahusilawane, di Ambon, Selasa (31/3), membenarkan pihaknya akan menggelar lomba penulisan bertema pariwisata bagi para wartawan dalam waktu dekat ini.


"Lombanya akan digelar dalam waktu dekat ini. Para wartawan akan diajak mengunjungi beberapa lokasi pariwisata di Maluku untuk melihat secara langsung kondisinya, dan setelah pulang mereka diwajibkan membuat tulisan tentang lokasi wisata yang dikunjungi untuk dinilai," ujarnya.

 

Hasil karya para wartawan itu akan disiarkan di website Disbudpar Maluku dan beberapa situs lainnya untuk dinilai oleh masyarakat luas.

"Tulisan wartawan yang paling banyak mendapatkan penilaian dari masyarakat itulah yang menjadi pemenang," kata Sahusilawane.

Beberapa lokasi pariwisata yang menjadi alternatif untuk lokasi penulisan diantaranya Pulau Pombo yang letaknya berhadapan dengan Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah, serta Kepulauan Lucipara di tengah Laut Banda yang selama ini menjadi lokasi penangkaran penyu hijau secara alamiah.

Ditegaskan, upaya promosi pariwisata Maluku ke luar tidak semata menjadi tugas dan tanggungjawab Disbudpar dan Pemprov Maluku saja. Semua pihak termasuk kalangan pers di daerah ini juga harus ikut berpartisipasi.

Sahusilawane optimistis, semakin banyak tulisan wartawan tentang potensi pariwisata Maluku yang kaya objek wisata pantai, sejarah dan kebudayaan, akan berdampak kuat dalam upaya menarik wisatawan mancanegara dan nusantara berkunjung ke daerah ini.

Selain itu akan terbuka pula peluang bagi para pengusaha dalam dan luar negeri untuk datang ke Maluku dan menanamkan investasi di sektor pariwisata.

"Pengembangan sektor pariwisata di Maluku tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, tetapi dibutuhkan peran serta para investor, di samping ditunjang dengan sifat dan perilaku masyarakat untuk menjaga dan melestarikan objek wisata dan kebudayaannya," katanya menambahkan. (*)

Berita Terkait: