KBRI Moskow Sosialisasikan Pemilu ke Wartawan Rusia

Jakarta (ANTARA News) - Sosialisasi Pemilu bukan dominasi warga Indonesia calon pemilih pada pemilu mendatang, KBRI Moskow melakukan kegiatan sosialisasi dengan wartawan dan para pakar Rusia.

 

Perhelatan dengan para kuli tinta di Rusia itu, dilaksanakan di KBRI Moskow, Senin malam, yang dihadiri sebanyak 21 wartawan, kata M. Aji Surya, Penanggungjawab Fungsi Pensosbud KBRI Moskow kepada ANTARA News di Jakarta, Selasa (31/3).


Dalam pertemuan itu penyelenggaraan pemilu Indonesia dari waktu ke waktu, khususnya tahun ini, disampaikan langsung oleh Dubes, Hamid Awaludin.


Hamid Awaludin mengatakan bahwa melalui tangan wartawan, masyarakat asing di luar negeri menjadi lebih paham tentang "merah birunya" perkembangan demokrasi di Indonesia.

Berbeda sosialisasi yang dilakukan untuk WNI, Hamid Awaludin lebih banyak menerangkan tentang rumitnya pelaksanaan pemilu di tanah air yang merupakan negeri ribuan pulau.

Dengan jumlah pemilih yang lebih dari 170 juta jiwa dan tersebar di berbagai pulau, maka penegakan demokrasi Indonesia perlu mendapat pengakuan internasional. Ini belum lagi ditambah kerumitan banyaknya partai dan caleg, cara memilih hingga perhitungannya.

Disebutkannya, Indonesia merupakan negara demokratis yang sangat peduli terhadap warganya yang bermukim di luar negeri. Sebanyak 1,5 juta orang di luar Indonesia akan memberikan suaranya di 117 PPLN dan 873 TPSLN.

"Jujur saja, tidak semua negara yang mengaku demokratis melaksanakan pemilu di luar negeri," katanya menjelaskan.

Suatu hal yang sangat penting adalah bahwa pemilu di Indonesia diawasi berbagai lembaga pemilu internasional, baik yang datang dari negara maju maupun berkembang. Ini semua dimaksudkan untuk menjamin "fairness" dari perhelatan akbar dimaksud.

Hamid Awaludin mengemukakan, dari Rusia terdapat satu lembaga yang telah mengajukan diri untuk menjadi pemantau pada saat pemilu presiden mendatang.

Para kuli tinta tampak antusias mengikuti penjelasan kompleksitas pemilu di Indonesia, dan banyak melontarkan pertanyaan yang terkait dengan penegakan demokrasi di Indonesia.

"Pengalaman Indonesia sangat baik buat kita semua di Rusia," celoteh salah satu wartawan.

Kegiatan sosialisasi semacam ini juga akan dilanjutkan pada pekan pertama bulan depan di salah satu "think tank" Rusia di Moskow.

Hamid Awaludin akan memberikan pemaparan tentang perkembangan demokrasi serta pelaksanaan pemilu di Indonesia, di hadapan banyak pakar di bawah naungan "the Institute of World Economy and International Relations" (IMEMO) yang didirikan oleh "Russian Academy of Sciences", pada tahun 1956.

Seperti yang dilaksanakan dengan wartawan, presentasi akan dilanjutkan dengan disklusi substansi selama hampir satu jam.

Adapun sosialisasi bagi warga negara Indonesia yang bermukim di Moskow dan sekitarnya, telah dilaksanakan pada tanggal 28 Maret lalu.

Materi utamanya adalah tentang pelaksanaan pemilu langsung, melalui surat dan syarat sahnya suara. Sosialisasi yang diikuti hampir dua ratus orang tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua KPPSLN Moskow, Basuki Sugiyono. (*)

Berita Terkait: