PWI Minta Polda Bali Usut Tuntas Pembunuhan Wartawan Radar Bali

Denpasar (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bali, Djesna Winada, kembali meminta kepolisian setempat agar terus mengusut tuntas kasus kematian Anak Agung Prabangsa (44), wartawan Radar Bali, yang diindikasikan sebagai korban pembunuhan.

 

"Seiring adanya bukti-bukti terjadinya tindak kekerasan, kami berharap Polda Bali bisa bertindak lebih cepat dalam mengungkap kasus yang diindikasikan sebagai tindak pembunuhan itu," kata Djesna Winada dalam penjelasan kepada ANTARA News di Denpasar, Rabu.

 

Redaktur harian umum grup Jawa Pos itu ditemukan sudah menjadi mayat dalam kondisi memprihatinkan, mengambang di perairan kawasan Selat Lombok, Kabupaten Karangasem, Senin (16/2), setelah menghilang dari rumahnya di Denpasar sejak Rabu pekan sebelumnya.

 

Berdasarkan hasil autopsi jenazah korban di RSUP Sanglah, Denpasar, dinyatakan batok kepala bagian atas remuk akibat hantaman benda tumpul, selain telah terjadinya pemukulan pada bagian tubuh lainnya.

 

Berdasarkan perkembangan indikasi terjadinya pembunuhan itu, PWI Bali mengecam dan mengutuk keras siapapun pelakunya. "Polisi harus bisa cepat mengusut pelakunya dan latar belakang permasalahannya," kata Djesna.

 

Bila latar belakang permasalahannya berkaitan dengan tugas sebagai wartawan, Ketua PWI Bali menegaskan bahwa wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik harus mendapat perlindungan hukum sesuai amanat Undang Undang Pers.

 

"Bilamana terjadi hal-hal yang terkait dengan karya jurnalistik, pihak yang merasa dirugikan seharusnya melakukan hak koreksi dan atau hak jawab melalui media bersangkutan. Bukannya main hakim sendiri," katanya.

 

Djesna menambahkan, bahwa pers merupakan lembaga penegak demokrasi yang termasuk sebagai pemegang hak publik untuk mengetahui, mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi sesuai kode etik jurnalistik serta amanat konstitusi. (*)

Berita Terkait: