SBY dan TNI Dianugerahi Medali Emas Kemerdekaan Pers HPN 2009

Blog Single

Jakarta (ANTARA News) - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dianugerahi Medali Emas Kemerdekaan Pers oleh Panitia Pusat Hari Kemerdekaan Pers Nasional (Panpus HPN) karena dinilai mendukung kemerdekaan pers dengan menggunakan mekanisme hak jawab dalam menghadapi kasus berkaitan dengan karya jurnalistik.

 

Penghargaan tersebut baru pertama kali diberikan Panpus HPN setelah mendapat masukan dari Dewan Pers dan masyarakat pers maupun penyiaran di Indonesia, dan diserahkan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional 2009 yang dihadiri Presiden Yudhoyono di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin malam.

 

Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan Medali Emas Kemerdekaan Pers HPN 2009 untuk kategori individu/tokoh masyarakat, sedangkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diserahkan kepada Panglima TNI untuk kategori lembaga negara/publik yang selama ini mendukung mekanisme hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers dan Pedoman Hak Jawab Dewan Pers.

 

Yudhoyono tercatat sebagai individu yang sejak 2005 hingga 2008 paling banyak menggunakan hak jawab untuk menanggapi kasus pemberitaannya di media massa. Penghargaan sejenis diserahkan kepada TNI sebagai lembaga yang paling banyak menggunakan hak jawab menanggapi kasus pemberitaan di media massa selama 2008.

 

Penghargaan medali emas kepada Presiden Yudhoyono diserahkan oleh tokoh pers Jakob Oetama, sedangkan penghargaan kepada TNI yang diterima Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, diserahkan oleh Ketua Dewan Pers, Ichlasul Amal.

 

Menanggapi pemberian medali emas tersebut, Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa dirinya hanya salah seorang dari pelaku yang ingin menguatkan kemerdekaan pers di Indonesia.

"Pemberian kepada saya pin emas tadi sungguh ingin menjadi bagian dari kuatnya kemerdekaan pers, dan saya hanya salah satu dari pelaku di negeri ini," tuturnya.

 

Presiden Yudhoyono saat itu juga menambahkan bahwa senantiasa ingin menjadi murid demokrasi dan belajar mengenai kemerdekaan pers.

 

Pada Peringatan Hari Pers Nasional 2009 juga diserahkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kepada Muhammad Nur dari Batam Pos yang diserahkan Ketua Umum PWI, Margiono, dan Anugerah Tertinggi Spirit Jurnalisme PWI kepada Dahlan Iskan yang diserahkan anggota Dewan Penasehat PWI, Tribuana Said.

 

Dahlan Iskan menerima Anugerah Jurnalistik Tertinggi Spirit Jurnalisme lantaran selama menjalani serangkaian proses operasi ganti hati tetap berkarya jurnalistik, sehingga dapat menggugah semangat sekaligus menjadi teladan bagi insan pers maupun masyarakat umum.

 

Peringatan HPN 2009 melibatkan para pemangku kepentingan pers, antara lain PWI, Dewan Pers, Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Persatuan Radio Swasta Nasional Indonesia (PRSNI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan Asosiasi Televisi Lokal Indonesia. (*)

Berita Terkait: