Kebebasan Pers Harus Diabdikan untuk Kepentingan Rakyat

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono, mengatakan bahwa kebebasan pers seharusnya diabdikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat.

 

"Berbekal etika profesi yang bertanggungjawab, kita akan terus berupaya meningkatkan pengertian dan pemahaman bahwa kemerdekaan pers hakekatnya memang harus diabdikan kepada kepentingan rakyat," kata Margiono dalam acara ramah tamah dengan pimpinan media di Gedung Dewan Pers di Jakarta, Kamis (22/1).

 

Margiono mengatakan "freedom for" layak untuk terus diperjuangkan pers nasional sebagai wujud tanggungjawab dan pengabdian kepada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

 

Dia mengatakan, "Kemerdekaan Pers Dari dan Untuk Rakyat" ditetapkan sebagai tema Hari Pers Nasional (HPN) 2009 dengan kesadaran penuh bahwa di tengah-tengah keadaan dunia yang terus bergolak, kondisi bangsa yang masih memprihatinkan serta fragmentasi permasalahan yang sangat beragam, maka keberpihakan kepada kepentingan rakyat harus menjadi pilihan.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Panitia Pusat HPN 2009, Marah Sakti Siregar, mengatakan bahwa ada tiga acara penting dalam rangkaian peringatan HPN 2009 pada 7-9 Februari 2009 dan dipusatkan di Jakarta.

 

Tiga acara penting HPN 2009 yaitu pertama, Konvensi Media Massa se-Indonesia ke-6 pada 8-9 Februari 2009 di Hotel Atlet Century, yang merupakan acara evaluasi tahunan para tokoh dan pimpinan pers nasional menghadapi berbagai masalah strategis baik makro nasional maupun mikro pers.

 

"Ada tiga topik bahasan pada konvensi yaitu Arsitektur Ekonomi Nasional Ditengah Krisis Ekonomi Global, Idealisme Pers Ditengah Canggihnya Teknologi Media dan Peran Media Dalam Menciptakan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009 Secara Berkualitas," kata Marah Sakti.

 

Acara HPN 2009 yang kedua yaitu bakti sosial yang akan dilaksanakan pada 8 Februari 2009 berupa donor darah dan deteksi dini gagal ginjal, serta gerak jalan.

 

Marah Sakti juga menjelaskan, acara ketiga adalah "Malam Pers Perjuangan" yang digelar pada 9 Februari 2009 di Tennis Indoor Senayan, yang akan diisi dengan penyerahan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2008, dan deklarasi bersama penjaminan kebebasan pers, serta acara hiburan yang melibatkan Tukul Arwana bersama Luna Maya.

 

Anugerah Jurnalistik Adinegoro, yang merupakan penghargaan tertinggi dari PWI Pusat atas karya jurnalistik di bidang pembangunan nasional, kali ini ada dua kategori bertema "Kemanusiaan, dan Demokrasi".

 

Lomba penulisan karya jurnalistik tersebut terbuka bagi seluruh wartawan warga negara Indonesia (WNI) dan masing-masing kategori berhadiah senilai Rp50 juta. (*)

Berita Terkait: