Kebersamaan Wartawan Dalam "Outbound"

Blog Single

Purbalingga (ANTARA News) - Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang bertugas di wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dilatih kebersamaan dan kemandirian melalui kegiatan "outbound" di kawasan wisata "Owabong" Purbalingga, Sabtu (10/1).

 

Kegiatan yang diprakarsai Bupati Purbalingga, Triyono Budi Sasongko melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga bersama Tim Alam Bebas Owabong tersebut ditujukan untuk meningkatkan kerja sama dan rasa percaya diri wartawan.

 

"Intinya, bupati ingin adanya kebersamaan di antara wartawan yang biasa meliput di Purbalingga sehingga jika ada salah satu yang menghadapi persoalan, dapat dibantu oleh rekannya." kata Kepala Bagian Humas Setda Purbalingga, Djoko Triwinarso.

 

Selain itu, kata dia, bupati berharap adanya kerja sama yang baik di antara wartawan dapat terwujud.

Menurut dia, salah satu bentuk kerja sama yakni berupa pemberitaan oleh wartawan karena tanpa adanya media massa, Purbalingga tidak akan maju.

 

"Bahkan, tanpa adanya media, investor pun tidak akan masuk ke Purbalingga," katanya.

 

Dalam kegiatan "outbound" ini, latihan yang diberikan kepada para wartawan antara lain kepekaan dalam menangkap isu, memecahkan persoalan secara berkelompok, rasa percaya diri melalui permainan di dalam air, dan keberanian dalam menangkap ular.

 

Terkait dengan kegiatan tersebut, General Manager Owabong Resort yang juga instruktur "outbound", Didi Rinto Prihadi mengatakan, perlu adanya perubahan pola dan koordinasi yang baik di antara wartawan.

 

"Saya menyadari bahwa media itu sebagai pusat informasi, tetapi alangkah baiknya jika adanya koordinasi di antara wartawan," kata dia menegaskan.

 

Dia mencontohkan salah satu simulasi penyampaian informasi yang digambarkan melalui permainan lempar bola.

 

Jika sasaran atau penerimanya tidak siap karena tanpa adanya koordinasi yang baik dengan pengumpan, kata dia, bola tersebut tidak dapat diterima dengan baik.

 

Menurut dia, hal tersebut sama halnya di saat seorang wartawan memberi informasi kepada rekannya tanpa koordinasi yang baik, rekan tersebut akan kelabakan.

 

Demikian pula dengan permainan berbalik kata, di saat sasaran tidak konsentrasi dalam menerima pertanyaan, sasaran tersebut akan memberikan jawaban yang salah.

 

Hal ini sama artinya, di saat wartawan tidak konsentrasi dengan baik dapat mengakibatkan salah tafsir terhadap informasi yang diterimanya.

 

"Kita juga mendesain permainan agar setiap orang dapat membantu orang lain dengan tulus," kata Didi.

 

Menurut dia, di saat adanya kegembiraan pada diri seseorang, maka orang itu akan membantu dengan ketulusan. (*)

Berita Terkait: