Media Jordania Serukan Boikot Nara Sumber Israel

Blog Single

Dubai (ANTARA News/Bernama-OANA) - Media Arab harus menghentikan mewawancarai para pejabat Israel yang hanya menggunakan kesempatan demikian untuk membenarkan serangan Israel yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza, kata satu kelompok praktisi media Jordania.

 

Mereka mulai kampanye menyerukan kepada media-media Arab untuk menahan diri dari melakukan wawancara demikian dengan pejabat-pejabat negara Yahudi itu, kata laporan The Jordan Times.

Menurut mereka, pemberitaan Palestina berkaitan dengan sebab terjadinya  krisis adalah lebih penting daripada sekedar kode etik jurnalistik.

 

Dalam wawancara dengan suratkabar, mantan ketua Perhimpinan Wartawan Jordania, Tareq Momani, mengecam saluran-saluran satelit pan-Arab Al Jazeera dan Al Arabiya karena mewawancarai para pejabat Israel.

 

"Pidato-pidato dan pernyataan-pernyataan 'para pejabat Israel' menggambarkan para korban perang sebagai para penjahat," katanya, mencerca mereka karena tanpa menunjukkan rasa malu maupun mengakui kesalahan mereka.

 

Namun koresponden Al Jazeera di Amman, Yasser Abu Hilala, mempunyai pandangan lain terhadap masalah ini, dan mengatakan bahwa dengan memasukkan sudut-pandang Israel, media-media Arab bisa 'membuktikan kepada Barat bahwa penyebab kami adalah hal itu.'

 

"Anda tak bisa menyajikan berita perjuangan anda tanpa menunjukkan sikap pihak lain," katanya, seperti dikutip oleh harian Jordania itu.

 

Wartawan suratkabar Al Ghad, Majed Tobah, mengatakan bahwa masyarakat Jordania bisa menerima pandangan Israel dari pernyataan-pernyataan yang disiarkan oleh kantor-kantor berita internasional, dan tidak ingin meliput dari pihak media Arab. (*)

Berita Terkait: