Danrem Wirabraja: Proses Hukum Pelempar Wartawan Dilanjutkan

Blog Single

Padang (ANTARA News) - Komandan Resort Militer (Danrem) 032/Wirabraja, Kolonel Arm. Danu Nawawi, menyatakan, bahwa proses hukum pelemparan terhadap tiga orang wartawan televisi oleh oknum anggota TNI di kesatuan Kompi Senapan C Batalion 133 Yudha Sakti, Siteba Padang, Sumatera Barat, tetap dilanjukan dan tidak akan didiamkan.

 

"Proses hukum tetap jalan dan kini masuk tahap penyidikan. Jadi bagi prajurit yang bersalah tetap dihukum dan tidak akan mendiamkan kasus itu,"ujar Danrem di hadapan puluhan wartawan saat berdialog di Makorem 032/Wirabraja, Padang, Rabu (31/12).

 

Tindak pelemparan dengan batu yang dilakukan sejumlah oknum anggota Kompi C di Seteba, Kecamatan Nanggalo Padang, terjadi pada Senin (22/12) malam, berawal ketika Bripda Novika Toni Syahputra, mengejar dua orang yang diduga melakukan penjambretan di Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 20.00 WIB.

 

Kendati, kedua pria yang diduga penjambret itu mengendarai sepeda motor RX King warna hitam dan lari masuk ke Markas Kompi C, saat itu tiga wartawan Budi (Global TV), Tomy (RCTI dan Rian (ANTV) ikut memburu berita, berselang beberapa menit meliput dilempar batu oleh sejumlah oknum TNI yang bertugas malam itu.

 

Dalam kesepatan itu, Danrem Wirabraja juga mengulangi kembali ucapan maaf, terutama kepada tiga wartawan yang menjadi korban pelemparan dari oknum anggotanya.

 

Namun, kata Danu, prosesnya bukan sampai pada kata maaf saja, tatapi proses hukum tetap dilanjutkan.

 

"Jika terbukti oknum anggota bersalah, maka bisa jadi akan dipecat, tetapi prosedur hukum tentu harus dilalui dan mentaati azaz praduga tak bersalah. Maka, wartawan dan masyarakat tak perlu khawatir," katanya.

 

Ia mengemukakan, pasca-kejadian pihaknya sudah menugaskan ke jajarannya untuk mengusut kasus itu, bukti sudah masuk pada proses penyidikan.

 

"Untuk memberikan sanksi terhadap oknum anggota yang bersalah sudah merupakan kewajiban saya selaku Atasan Pelaksana Hukum (Ankum)," katanya.

 

Ia pun mengungkapkan, sudah banyak anggota yang dipecat karena melakukan tindak di luar ketentuan, sekalipun  tidak seluruhnya mesti diekspos melalui media massa.

 

Dalam kesempatan itu, Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandepom) I/4 Padang, Letkol (CPM) Dono Kuspriyanto, mengatakan bahwa penyelesaian kasus pelemparan terhadap tiga wartawan tetap didalami terus dan kini masih dalam penyidikan.

 

Dua oknum anggota dari Kompi C Batalion 133 Yudha Sakti, yang melakukan penjambretan sudah diamankan pada (25/12), yakni dua orang berpangkat pratu dan prada, beserta barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha RX King dan dompet. 

 

"Kasus kedua pelaku pejambretan sudah dalam penyidikan. Oknum anggota Kompi C Batalion 133 sudah empat orang diperiksa sekaitan dengan pelemparan wartawan," katanya dan menyatakan, pokoknya semua anggota yang bertugas pada malam kejadian akan diperiksa

.

Ketika ditanya berapa jumlah anggota yang akan diperiksa, Dono mengatakan, pihaknya terus mengembangkan dari info-info didapat, termasuk yang berada depan markas tersebut, semua akan diperiksa.

 

"Awal mulahnya kasus ini dari penjambretan, maka yang mudah dulu diselesaikan. Kedua kasus itu akan diserahkan ke Oditur Militer (Odmil)," katanya menambahkan. (*)

Berita Terkait: