Berita Tempo Tidak Langgar Kode Etik

Blog Single
Ketua Umum PWI:

Jakarta, ( Rakyat Merdeka, 18 November 2008 ),- Ketua Umum PWI Pusat Mar­gio­no mengatakan, somasi Bakrie ter­ha­dap pemberitaan Tempo ber­in­dikasi menghambat kemerdekaan pers. Sebab berita tempo yang di­so­masi memenuhi standar jurnalistik dan tidak melanggar kode etik jur­nalistik. Mensomasi pemberitaan yang memenuhi kode etik, bisa di­anggap menganggu kemerdekaan pers dan menghambat tugas jur­na­listik. Penghambat tugas jurnalistik, me­nurut undang-undang, bisa di­ancam hukuman.

Pemberitaan Tempo edisi 17-23 November 2008 menurunkan la­por­an utama tentang Kisruh Saham Ke­luarga Bakrie. Dalam berita berjudul Pa­nas Digoyang Gempa Bumi (di halaman 136), ada kalimat yang mem­buat Aburizal Bakrie meradang. Tempo mengutip informasi dari sumber yang menyebutkan ada jasa Aburizal Bakrie dalam menopang kebutuhan dana kampanye SBY-JK dalam pemilu 2004 dengan jumlah yang cukup besar.
Sampai kemarin, belum ada laporan resmi yang dilayangkan pihak Bakrie kepada kepolisian. Menurut juru bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara, pihaknya ma­sih memproses laporan tersebut se­belum diajukan kepada kepolisian. Tempo sendiri menyatakan sudah siap menerima somasi pihak Bakrie dan meyakini bahwa berita yang dimuatnya sudah sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Menurut Margiono, secara kese­luruhan, berita yang diturunkan Tempo tentang Bakrie di edisi tersebut, dalam konteks kritik sosial kepada pejabat publik dan terkait dengan kebijakan pu­blik. Berita itu menyampaikan pesan ke­waspadaan, juga peringatan dini ten­tang kemungkinan terjadinya kolusi atau konspirasi yang mempengaruhi kebijakan publik.

Bahwa sinyalemen sumber Tempo tentang sokongan dana Bakrie dibantah oleh Bakrie dan sejumlah pihak lain, hal itu tidak berarti sinyalemen tersebut ti­dak bisa diberitakan. Berbantah-ban­tahan dalam pemberitaan tidak me­lang­gar kode etik dan norma demokrasi. Apalagi yang diperdebatkan terkait de­ngan kepentingan publik. Pembacalah yang akan menyimpulkan informasi mana yang bisa dipercaya berdasarkan fakta, bukti dan akal sehat.

Kalau sinyalemen sumber Tempo asal-asalan, tidak didukung bukti dan tidak masuk akal, sinyalemen itu pasti ti­dak akan dipercaya pembaca. Se­baliknya bantahan Bakrie akan di­apre­siasi positif sepanjang faktual dan masuk di akal publik.

Berita Terkait: