SIWO Kaltim Gelar Dialog Optimalkan Venues PON

Blog Single

Samarinda (ANTARA News) - Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur menggelar dialog olahraga bertujuan untuk mengoptimalisasikan venues senilai R4 triliun yang seusai PON XVII-2008 cenderung kurang dimanfaatkan untuk pembinaan prestasi olahraga di daerah itu.

 

"Tujuan kita menggelar dialog ini adalah untuk menyamakan persepsi serta mencarikan solusi untuk mengoptimalkan venues megah yang seusai PON XVII-2008 terkesan tidak dimanfaatkan secara baik sehingga jadi mubazir," kata Ketua Panitia Pelaksana Dialog Olahraga, Datu Iskandar Zulkarnaen yang juga Ketua Siwo PWI Kaltim, di Samarinda, Rabu. (12/11)

 

Dialog dengan tema "Perspektif Tokoh Olahraga Kaltim Terhadap Prestasi dan Optimalisasi Venues Sesuai PON XVII-2008 Kaltim" menghadirkan sejumlah pembicara.

 

Pembicara itu, yakni  gubernur Kaltim terpilih, Awang Farouk Ishak, Ketua DPRD Kaltim, Herlan Agussalim, Herbiansyah Hanafiah (tokoh olahraga), Zuhdi Yahya (Plh. Ketua Umum KONI Kaltim), dan tokoh lain dari LSM olahraga, yakni Lekop (Lembaga Pengkajian Olahraga dan Prestasi).

 

Acara digelar di ruang serba guna Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (15/11) sejak pukul  09:00 Wita sampai 16:00 Wita.

 

Jumlah undangan sekitar 300 orang terdiri dari pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga (Cabor), tokoh olahraga, Ormas dan OKP dan Konida se-Kaltim.

 

Ia menjelaskan bahwa enam daerah di Kaltim yang menjadi kota penyelenggara PON XVII-2008 saat ini memiliki berbagai fasilitas megah namun sayangnya belum dioptimalisasikan dalam pembinaan prestasi daerah.

 

"Saat ini, seusai PON 2008, maka Kaltim adalah daerah terlengkap memiliki fasilitas olahraga di luar DKI Jakarta, namun sayangnya belum dikelola dengan baik padahal untuk membangun semua fasilitas itu menggunakan dana APBD sangat besar, yakni Rp4 triliun," katanya.

 

Kaltim memiliki 43 venues (sesuai yang dipertandingan pada PON XVII-2008) megah yang tersebar pada enam kabupaten/kota penyelenggara event akbar olahraga nasional itu.

 

Selain membahas solusi untuk optimalisasi venues, dalam dialog itu juga akan dibicarakan upaya mempertahankan prestasi monumental Kaltim pada PON XVII-2008 yang menembus tiga besar dari target semula lima besar.

 

"Sebagai tim tamu pada PON XVIII-2012 di Riau, maka beban Kaltim untuk mempertahankan prestasi itu sangat berat. Jadi sejak sekarang perlu dibuat sebuah formula untuk mempertahankan prestasi tersebut. Paling tidak jangan lepas dari lima besar," katanya.

 

Agar acara tersebut menarik dan semua undangan bisa menghadirinya, serta dapat bertahan sampai event tersebut selesai, maka seusai dialog akan digelar penarikan undian "doorprize" berdasarkan nomor undangan yang nilainya puluhan juta rupiah, antara lain sejumlah TV, kulkas, DVD serta HP (telepon selular).

 

"Semua hadiah berbentuk barang itu berasal dari partisipasi para donatur yang perduli terhadap olahraga di Kaltim. Nama donatur akan kita sebutkan saat pembagian hadiah," kata Iskandar. (*)

Berita Terkait: