Wartawan Internasional Berkumpul Liput Pemilu AS

New York (ANTARA/ NewsAFP) - Wartawan dari seluruh penjuru dunia telah berada di Amerika Serikat untuk meliput pemilihan umum negara itu hari Selasa. Hal ini memperlihatkan minat masyarakat dunia yang besar terhadap pemilu AS kali ini.

 

"Ketertarikan pemirsa kami terhadap pemilu AS kali ini memang lebih besar daripada empat tahun lalu," ujar Keiko Matsuyama, koorrdinator liputan untuk 11 orang wartawan TV Jepang, Asahi.

 

 

"Para penonton -- termasuk kami wartawan -- sangat tertarik dengan kemungkinan AS memiliki presiden keturunan Afrika-Amerika pertama. Kami juga tertarik dengan kebijakan yang diambil pemerintah AS untuk menghadapi krisis finansial negara ini," ujarnya.


TV Asahi, salah satu stasiun TV swasta di Jepang menyatakan bahwa pihaknya akan menayangkan liputan hasil pemilu AS secara live mulai tanggal 5 November pukul 10.30 pagi (waktu Jepang).

 

Di lain pihak, kampanye calon presiden dari partai Demokrat, Barack Obama, di Chicago, markas senator Illinois berusia 47 tahun ini, telah menarik perhatian 1500 wartawan.

 

"Masyarakat Afrika sangat tertarik dengan pemilu AS ini," kata Constance Ikokwu, koresponden di Washington untuk koran terkemuka Nigeria, This Day.

 

"Ada ikatan emosional antara masyarakat Afrika dan senator Obama," ujar wanita ini.

 

Lebih jauh lagi, banyak wartawan yang memilih untuk berada di Chicago, markas Obama, daripada di kota senator McCain, Arizona. Hal ini dikarenakan media lebih tertarik dengan sosok Barack Obama, kandidat presiden AS yang keturunan Afrika Amerika. Ketertarikan wartawan juga dipicu oleh berbagai poling yang memeperlihatkan keunggulan Obama atas rivalnya John McCain.

 

"Saya rasa kita belum pernah melihat perhatian media yang sebesar ini terhadap pemilu AS sebelumnya," kata Keith Peterson, staf humas di Pusat Media Asing Washington milik negara bagian itu.

"Jumlah reporter yang berdatangan ini sangat mengejutkan, terutama di minggu-minggu terakhir pemilu," ujarnya.

 

"Ada keingintahuan yang besar mengenai Barack Obama yang menjadi fenomena bagi masyarakat Prancis," kata Laurence Haim, kepala editor Canal Plus di New York.

 

Di India, debat kandidat presiden AS disiarkan secara langsung (live) di beberapa stasiun televisi terkemuka.

 

"Kami sangat tertarik dengan pemilu ini karena beberapa alasan -- implikasinya terhadap Asia, khususnya India, dan krisis ekonomi yang terjadi sekarang," kata Amit Baruah, editor asing untuk koran terbitan Inggris, Hindustan Times, yang telah mengirimkan wartawan tambahan untuk meliput pemilu AS.

 

Sementara itu, televisi Al Jazeera menyatakan bahwa mereka telah mengirimkan 12 jurnalis tambahan ke beberapa lokasi strategis di AS seperti Florida, Ohio, Virginia, Colorado dan Illinois.

 

"Perhatian terhadap pemilu AS di negara kami sangat besar. Hal ini bisa kami simpulkan setelah beberapa bulan meliput pemilu," kata Abderrahim Foukara, kepala biro Washington untuk Al Jazeera.

 

"Setidaknya ada dua alasan atas perhatian yang besar ini : keterlibatan AS di kawasan Timur Tengah dan kemungkinan Barack Obama yang keturunan Afrika-Amerika untuk menjadi presiden AS," ujarnya.

 

Setidak-tidaknya tiga stasiun televisi terkemuka Israel juga berencana untuk meliput pemilu secara langsung dari Amerika Serikat. (*)

Berita Terkait: