Presiden Tegaskan 10 Langkah Hadapi Krisis Moneter AS

Blog Single

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk menghadapi krisis moneter yang terjadi di Amerika Serikat.(AS), sehingga tidak berdampak buruk terhadap pembangunan nasional .

 

Kepala Negara dalam rapat paripurna yang dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia bersatu (KIB), kalangan dunia usaha, dan pimpinan media massa nasional, di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin,  menegaskan adalah tugas semuanya membuat masalah yang sulit agar menjadi lebih mudah.

Presiden menekankan sepuluh langkah bersama itu sebagai berikut:

 

Langkah pertama, Presiden mengemukakan, semua pihak harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama, sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.

  
Langkah kedua,  Presiden menyatakan,  pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan.

  
Langkah ketiga, menurut Kepala Negara,  optimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan jaring pengaman sosial.

  
Langkah keempat, kata Kepala Negara, kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak.

 

Langkah kelima, Presiden menyatakan, semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis.

 

Langkah keenam, menurut Presiden Yudhoyono, menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri, sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.

  
Langkah ketujuh, Kepala Negara menekankan, perkuatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia (BI) dunia perbankan serta sektor swasta.

  
Langkah kedelapan, kata Presiden,  semua kalangan menghindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.

  
Langkah kesembilan, Kepala Negara mengingatkan, pada 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu, sehingga harus mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi,  termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.

  
Langkah kesepuluh dari Presiden adalah semua pihak melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat, dan menilai peran pers dalam hal ini sangat penting, karena memiliki akses informasi pada masyarakat. (*)

Berita Terkait: