Wapres: Ada Kelompok Media Rangsang Emosi Masyarakat

Blog Single

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan ada beberapa orang dan kelompok media massa yang selalu merangsang emosi masyarakat dan mempertontonkan aksi-aksi kekerasan, perkelahian yang bisa membuat hal tersebut sebagai kebiasaan dalam masyarakat.


"Yang sering merangsang emosi masyarakat itu paling-paling cuma 40 orang, 15 orang pengamat politik, 10 orang pengamat ekonomi dan 10 kelompok media yang setiap hari mempertontonkan aksi demo, perkelahian, merusak dan sebagainya," kata Wapres Jusuf kalla saat dialog dengan pimpinan media massa di Jakarta, Kamis (18/9).

Saat itu wartawan senior Fikri Jufri menanyakan kepada Wapres Kalla bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi tindak kekerasan berupa main hakim sendiri. Menurut Wapres, jika setiap hari media massa selalu mempertontonkan kekerasan atau perkelahian, maka hal itu lama-lama akan menjadi sebuah kebiasaan.


Namun, menurut Wapres Kalla, untuk bisa menghentikan tindakan main hakim sendiri tersebut, maka polisi harus bertindak tegas.


"Setiap ada yang merusak, polisi harus tangkap, polisi harus tegas, hanya begitu caranya," katanya.
Menurut Wapres aksi-aksi perusakan oleh massa akhir-akhir ini sebenarnya sudah jauh menurun setelah polisi bisa bertindak tegas

 

Ia mengaku telah memerintahkan polisi untuk menangkap siapa saja yang melakukan tindak perusakan atau kekerasan.  Di samping tindakan tegas aparat kepolisian, menurut Wapres Kalla, maka di sisi lain media massa juga harus mengurangi mempertontonkan kekerasan. (*)

Berita Terkait: