PWI Kecam Penganiayaan Terhadap Muslim, Wartawan Riau Pos

Blog Single

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melalui Lembaga  Konsultasi dan Bantuan  Hukum (LKBH) PWI Pusat menyatakan, sangat menyayangkan tindakan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Riau, Dicky Rinaldi, yang menendang, mengancam dan mengucapkan kata-kata tidak senonoh terhadap wartawan Riau Pos, Muslim SE.

 

Padahal, Muslim saat itu sedang melaksanakan tugas kewartawanan/jurnalis berupa meliput dan mengambil foto peristiwa serangan jantung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Djaenudin Nare, yang akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Pekan Baru, Riau, baru-baru ini.

 

Berikut ini siaran pers dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat: 

 

SIARAN PERS  LKBH  PWI  PUSAT
Nomor : 003/LKBH/PWI-P/IX/2008

PEMUKULAN, PERAMPASAN KAMERA DAN PENGANCAMAN TERHADAP WARTAWAN RIAU POS,  SDRA. MUSLIM, SE,. MERUPAKAN KEJAHATAN TERHADAP KEMERDEKAAN ORANG DAN  PELANGGARAN UU PERS

 

Lembaga Konsultasi dan Bantuan  Hukum (LKBH) PWI Pusat menyatakan sangat menyayangkan tindakan Ketua Panwaslih Riau, Dicky Rinaldi yang menendang, mengancam dan mengucapkan kata-kata tidak senonoh terhadap wartawan Riau Pos, Muslim SE yang sedang melaksanakan tugas kewartawanan/jurnalis berupa meliput dan mengambil foto peristiwa serangan jantung Kajati Riau, Djaenudin Nare yang akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Pekan Baru, Riau baru-baru ini.

Tindakan Ketua Panwaslih Riau, Dicky Rinaldi seperti itu membuktikan yang bersangkutan tergolong manusia yang mengandalkan premanisme dan arogan dari pada menghormati ketentuan hukum yang berlaku serta tidak pantas jadi pejabat sehingga harus dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Panswaslih Riau.

LKBH PWI Pusat/Ketua Bidang Pembelaan wartawan PWI Pusat dengan segala hormat mendesak Kapolda Riau segera menangkap dan menahan Ketua Panwaslih Riua, Dicky Rinaldi. Kinerja profesionalisme Polri khususnya Polda Riau diuji dalam kasus pemukulan dan  pengancaman wartawan Riau Pos ini. PWI Pusat berharap Polda Riau mempunyai nyali untuk segera menahan dan memproses secara hukum Dicky Rinaldi.

Perbuatan Dicky Rinaldi seperti itu dapat digolongkan sebagai tindak pidana Kejahatan terhadap kemerdekaan orang dengan ancaman pidana 8 (delapan) tahun penjara, yaitu pasal 333 ayat 1 KUHP,  berbunyti : “Barang siapa dengan sengaja melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang, atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.”

Selain pasal 333 ayat 1 KUHP, kepada Dicky Rinaldi merupakan “tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kemerdekaan pers, pers nasional untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 ayat 3).” Sehingga tindakannyha itu dapat dikenakan Pasal 18 ayat 1 UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Demikianlah siaran pers LKBH PWI Pusat ini kiranya menjadi perhatian semua pihak.

Terima kasih.

Hormat Kami
Pengurus Harian PWI Pusat 2008-2013
Ketua Bidang pembelaan Wartawan PWI Pusat/
Direktur LKBH PWI Pusat




TOROZATULO MENDROFA,SH
HP.081.310.876.361

Berita Terkait: