PWI Konstituen Terbesar Andalan Dewan Pers

Jakarta - Ketua Dewan Pers, Ichlasul Amal, mengemukakan bahwa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  menjadi konstituen terbesar Dewan Pers yang sangat dapat diandalkan untuk secra bersama-sama mengawal kebebasan pers nasional.

 

"Sebagai konstituen terbesar itulah, maka Dewan Pers juga sangat mengharapkan hubungannya dengan PWI harus selalu terjaga secara baik," kata mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu saat berbuka puasa bersama di Gedung Dewan Pers Lantai7, Jakarta, Jumat (12/9).

Sementara itu, Margiono selaku Ketua Umum PWI Periode 2008-2013 menyatakan bahwa pihaknya bersama organisasi profesi pers lainnya, terutama didukung Dewan Pers harus mampu menyikapi segala masalah yang bisa mengancam kebebasan pers.

 

"Oleh karena itu, selain mengutamakan kebebasan pers dan anti-kekerasan terhadap pers, PWI menyuarakan solidaritas sesama insan pers nasional. Bahkan, internasional. Selain itu, peningkatan kesejahteraan juga menjadi isu penting," kata salah seorang Direktur Jawa Pos News Network (JPNN) tersebut.

 

Margiono menyoroti, beberapa masalah yang harus segera disikapi saat ini adalah Undang-Undang (UU) Pemilu yang memungkinkan dilakukan dihentikannya kegiatan pers, dan masih adanya aparat hukum yang menyelesaikan kasus pemberitaan pers tidak menggunakan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

 

"Ini semua harus segera disikapi, bahkan kalau perlu kita menginginkan Presiden mendeklarasikan bahwa UU Pers digunakan menjadi acuan utama bagi aparatnya, mulai menteri hingga pejabat daerah dan pihak keamanan dalam menyelesaikan kasus pers," ujarnya menambahkan. (*)

Berita Terkait: