MUI: Media Jangan Tayangkan Mistis

Semarang (ANTARA News) - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau media massa jangan menayangkan siaran yang bersifat mistis.

 

”Televisi, siaran radio, dan tulisan di surat kabar dan majalah diharapkan tidak menayangkan siaran yang bersifat mistis, menyesatkan, dan pornografi," kata Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji di Semarang, Sabtu (30/8).

 

Ahmad Darodji mengatakan dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan 1429 H MUI Jateng menyerukan kepada umat Islam agar menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh amal soleh dengan menjalankan puasa dan memperbanyak amalan sunah di malam hari.

 

Umat Islam diajak agar meningkatkan kepedulian sosial dengan mengeluarkan zakat dan menginfakkan sebagian harta dan menjadikan keberadaan Ramadan untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah.

 

Ia berharap kepada masyarakat umum untuk memberi kesempatan kepada umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan ibadah puasa.

 

Masyarakat diharapkan menghormati kemuliaan bulan Ramadan dengan meninggalkan berbagai penyakit masyarakat, seperti perjudian, minum-minuman keras, pelacuran, penyalahgunaan narkoba, dan pencurian).

 

MUI juga mengimbau tempat-tempat maksiat selama Ramadan juga mengurangi kegiatan,  kalau tidak bisa menutup sama sekalai. Pengusaha restoran dan warung makan, katanya, diimbau untuk  menyesuaikaan dengan bulan suci Ramadan.

 

Selain itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati kemungkinan terhadap beredarnya daging gelonggongan dan ayam bangkai.

 

Ia mengatakan, aparat pemerintah supaya menghentikan perjudian dalam berbagai bentuknya dan menutup tempat-tempat hiburan yang digunakan  untuk maksiat. (*)

Berita Terkait: