Beberapa Penghargaan Kepada Wartawan

Blog Single

BEBERAPA PENGHARGAAN KEPADA WARTAWAN.

A. TETUA WARTAWAN

I. UMUM

a. Pemberian Penghargaan "TetuaWartawan" adalah Pengakuan dan penghargaan dari pemerintah melalui Menteri Penerangan RI kepada para wartawan yang masih aktif mengabdikan diri dan telah berusia diatas 70 tahun.

b. Pemberian Penghargaan dari Pemerintah ini diberikan dalam bentuk uang tunai.

c. Biaya pemberian penghargaan tersebut dibebankan pada mata anggaran Direktorat Jenderal Pembinaan Pers dan Grafika Departemen Penerangan RI.

 

II. NORMA-NORMA & KRITERIA

a. Penghargaan dari Pemerintah ini diberikan kepada para wartawan di atas usia 70 tahun yang masih aktif mengabdi­kan diri sebagai wartawan.

b. Penghargaan tersebut diberikan hanya jika ia memenuhi syarat-syarat umum sbb.:

     - warga negara Indonesia

     - berdedikasi kepada profesinya

     - berakhlak dan berbudi luhur

     - tidak tersangkut pemberontakan G 30 S/PKI

 

III. PROSEDUR_PENGHARGAAN

a. Calon penerima penghargaan "Tetua Wartawan" diajukan oleh Pengurus Pusat PWI kepada Pemerintah (Menteri Penerangan RI) melalui Dewan Pers.

b. Dalam Surat pengajuan itu Pengurus Pusat menjelaskan dasar-dasar pertimbangan dan keputusan serta melampirkan secara lengkap dan rinci data mengenai calon bersangkutan.

c. Pemberian Penghargaan tersebut dilakukan dalam suatu upacara khusus dan khidmat yaitu pada setiap Peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari. Tanggal tersebut sebagai hari lahir PWI yang telah mendapat pengukuhan Bapak Presiden RI melalui Keppres No.5 tahun 1985 tgl 23 Januari 1985, sebagai Hari Pers Nasional, merupakan momentum yang tepat bagi pemerintah untuk menyampaikan penghargaan tsb.

 

B. PENGHARGAAN/PENGANUGERAHAN OLEH PWI PUSAT.

1. DASAR :

Keputusan Kongres - XVIII PWI di Samarinda, Kalimantan Timur nomor: 06/K-XVIII/PWI/1988 tanggal 30 November 1988, tentang Ketentuan-Ketentuan Penganugerahan PENA EMAS, serta Pengangkatan Anggota KEHORMATAN dan Pemberian Piagam Penghargaan PWI.

a. PENA EMAS :

      1. Adalah lambang atau Anugerah tertinggi pertama PWI yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang atau suatu lembaga di dalam atau di luar jajaran Pers Nasional.

      2. Adalah anugerah (award), bukan hadiah (gift)

      3. Pena Emas, dianugerahkan oleh PWI kepada seseorang atau sekelompok orang atau suatu lembaga, sebagai penghargaan PWI atas jasa-jasa luar biasa yang bersangkutan kepada bangsa dan negara, atau khususnya bagi kepentingan pers nasional.

   2. PROSEDUR PEMBERIAN/PENGANUGERAHAN :

      1. Calon penerima anugerah  PENA  EMAS   diajukan oleh Pengurus Cabang PWI dengan surat resmi kepada Pengurus Pusat PWI.

      2. Dalam surat pengajuan Calon,  Pengurus Cabang harus menjelaskan dengan lengkap dan rinci dasar-dasar pertim­bangan dan keputusan, serta melampirkan secara lengkap dan rinci data mengenai calon bersangkutan.

     3. Pengurus Pusat PWI dapat menganugerahkan Pena Emas atas prakarsa sendiri, tidak berdasarkan usul dari Pengurus Cabang.

     4. Penganugerahan Pena Emas ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat PWI setelah terlebih dahulu dibahas dan diputuskan di dalam rapat pleno Pengurus Harian PWI Pusat.

      5. Penetapan Pengurus Pusat  PWI  mengenai penganugerahan Pena Emas diumumkan kepada masyarakat luas.

      6. Penyerahan  Pena Emas dilaksanakan dalam suatu upacara terbuka dan khidmat, dengan mengundang penerima anugerah bersangkutan untuk memberikan pidato utama (keynot speech) yang menjelaskan garis besar latar belakang, ujud dan tujuan pemikiran-pemikiran serta karya-karya nyata penerima anugerah untuk kepentingan negara dan bangsa umumnya, dan pers nasional khususnya.

      7. Tidak ada badan atau lembaga di  Indonesia, baik pers maupun non-pers, yang memberikan PENA EMAS.      

 

b. ANGGOTA KEHORMATAN

 I. UMUM

a. Anggota Kehormatan, adalah lambang atau tanda anugerah tertinggi kedua Persatuan Wartawan Indonesia.

b. Diberikan kepada seseorang untuk jasa-jasanya  yang luar biasa kepada Pers Nasional umumnya dan khususnya kepada Persatuan Wartawan Indonesia.

c. Pemberian Anugerah Anggota Kehormatan PWI disertai penye­matan Kartu Anggota Kehormatan serta piagam yang menyebut­kan jasa-jasa yang bersangkutan. 

d. Biaya pemberian penganugerahan tersebut, dibebankan kepada PWI Pusat/PWI Cabang yang bersangkutan.

 II.NORMA-NORMA &_KRITERIA

 a. Anugerah yang diberikan, pada prinsipnya tidak dapat dica­but/ dibatalkan, kecuali jika dalam keadaan luar biasa Kongres menetapkan lain.

 b. Anugerah ini diberikan oleh PWI Pusat kepada seseorang untuk jasa-jasanya yang luar biasa kepada Pers Nasional umumnya dan khususnya kepada Persatuan Wartawan Indonesia.

 c. Jasa-jasa luar biasa dimaksud berdasarkan rasa  dan sikap yang tulus ikhlas, kesatria, setia dan tanpa pamrih, meliputi :

       - Pemikiran dan karya-karya nyata yang positif dan berkesinambungan dalam suatu kurun waktu atau masa, bagi kepentingan pengembangan dan pemantapan Pers Nasional umumnya, dan khususnya bagi Persatuan Watawan Indonesia.  

 d. Penetapan anugerah Anggota Kehomatan juga mencakup pertimbangan bahwa pihak penerima masih bisa diharapkan dan mampu memberikan pemikiran-pemikiran maupun karya-karya nyata, diminta atau tidak diminta, bagi Persatuan Wartawan Indonesia maupun umumnya bagi Pers Nasional.

 III.PROSEDUR PENGANUGERAHAN

a. Calon Anggota Kehormatan diajukan oleh Pengurus Cabang PWI dengan surat resmi kepada Pengurus Pusat.

b. Dalam surat pengajuan itu,  Pengurus Cabang menjelaskan dengan lengkap dan rinci dasar-dasar pertimbangan dan keputusan, serta melampirkan secara lengkap dan rinci data mengenai calon bersangkutan.

c. Pengurus Pusat dapat mengangkat seseorang menjadi Anggota Kehormatan atas prakarsa sendiri, tidak berdasarkan usul dari Pengurus Cabang.

d. Pengangkatan seseorang menjadi Anggota Kehormatan PWI ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat setelah terlebih dahulu dibahas dan diputuskan di dalam rapat pleno Pengurus Harian PWI Pusat.

e. Pelantikan seseorang menjadi angggota Kehormatan  PWI diupayakan dilakukan dalam suatu upacara khusus dan khidmat.

 

c. PIAGAM PENGHARGAAN

 I. UMUM

   a. Piagam penghargaan, tanda anugerah yang diberikan oleh Pengurus Pusat kepada seseorang atau sekelompok orang atau suatu lembaga, sebagai tanda pernyataan penghargaan dan untuk membalas jasa-jasa khusus yang bersangkutan bagi kepentingan pelaksanaan tugas-tugas dan atau program.

   b. Piagam penghargaan itu, diberikan pula untuk menghargai dan membalas tanda persahabatan dan kerjasama yang telah dibuktikan oleh yang bersangkutan kepada PWI serta demi meneruskan dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama.

   c. Piagam penghargaan dianugerahkan, berdasarkan pertimbangan dan pembahasan yang cermat dan seksama dengan memperhatikan seluruh Peraturan Dasar, Peratuaran Ruamah Tangga dan Kode Etik Jurnalistik PWI.

   d. Pemberian Piagam Penghargaan disertai medali atau plaket terbuat dari logam/ perak, dengan tulisan bahasa Indonesia untuk di dalam negeri dan bahasa Inggris untuk pihak luar Negeri.

Biaya pemberian penganugerahan tersebut dibebankan kepada PWI Pusat/ PWI Cabang yang bersangkutan.

 II. NORMA NORMA& KRITERIA

 a. Dalam surat pengajuan, Pengurus Cabang harus menjelaskan dengan lengkap dan rinci dasar-dasar pertimbangan dan keputusan, serta melampirkan secara lengkap dan rinci data mengenai calon bersangkutan.

b. Pengurus Pusat dapat menganugerahkan Piagam Penghargaan atas prakarsa sendiri, tidak berdasarkan usul dari Pengurus Cabang PWI.

c. Penganugerahan Piagam Penghargaan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat setelah terlebih dahulu dibahas dan diputuskan di dalam rapat pleno Pengurus Harian PWI Pusat.

III. PROSEDUR_PENGHARGAAN

a. Calon penerima Piagam Penghargaan diajukan oleh Pengurus PWI Cabang dengan surat resmi kepada Pengurus Pusat.

b. Penyerahan Piagam Penghargaan dilaksanakan dalam suatu upacara yang khidmat atau upacara khusus di tempat tertentu.

c. Penganugerahan Piagam Penghargaan diumumkan kepada masyarakat luas.

 

-srh/tmk.d/penaemas/phargaan-

 

Berita Terkait: