Hadiah Adinegoro Jadi Barometer Prestise dan Prestasi Para Insan Pers

Blog Single

BANJARMASIN: Seminar Nasional Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020, Jumat 7 Feb 2020 di Kampus Fisip Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat, berjalan penuh kekeluargaan dan antusias tentang penghargaan tertinggi jurnalistik Adinegoro. Hal itu terjadi acara diikuti sedikitnya 250 Mahasiswa Proram Studi Komunikasi bersama para dosen, Ketua program Studi Komunikasi Siswanto Rawali hingga Rektor Univ. Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan hingga acara berakhir jal 17.00 WITA.

Acara yang dipandu Ketua Panitia Tetap Adinegoro Rita Sri Hastuti berdurasi tiga jam itu tak terasa hingga akhir. Mahasiswa antusias sekali mengikutinya. Bahkan ada seorang dosen bernama Fachrianoor terharu mendengar penjelasan para pemenang yang tidak terasa terkonsentrasi terhadap lingkungan. Seperti Bom Waktu di Lahan Gambutkarya Moh.Amin dari Riau Pos,id,  Tambang membawa petaka karya Marga Rahayu, RRI Samarinda, dan karya Stefanus Teguh Edi Pramono dari majalah TEMPO bersama timnya Devi Ernis, Andita Rahma, dan Raymundus Rikang meraih Hadiah Adinnegoro untuk kategori indepth reporting lewat karyanya Hanya Api Semata Api yang terbit di majalah TEMPO September 2019.

Mahasiswa pun tak kalah dalam sesi tanya jawab dalam seminar yang dihadiri Erol Jonathan, Frans Pedak, Dwi Hernuninsih dari RRI sebagai juri radio, Marah Sakti Siregar sebagai Juri Indepht Reporting Cetak, Putut Trihusodo sebagai juri Siber, Gatot Eko Tjahyono mewakil juri karikatur, Immas Sunarya mewakili juri televisi dan Melly Riana Sari mewakili juri Foto.  

Dalam seminar tersebut tampak rasa antusias para mahasiswa tersebut berebut untuk bertanya. Bahkan rektor pun terkesima tentang semua informasi yang tertuang dalam pembicaraan seminar seputar karya kreatif dan tantangannya serta edukasi yang ada dalam karya jurnalistk tersebut. Baik ulasan para juri dan penjelasan kreatif pemenang Adinegoro tersebut. Utamanya soal Tambang pembawa petaka karya dari RRI Samarinda ditanya siaran  karya kreatifnya diresponi Pemerintah. Marga Rahayu mengaminkannya dan  berharap soal ini diperhatikan pemerintah terkait 35 nyawa melayang di bekas tambang batubara yang menjadi karya kreatifnya. Begitu pula karya Moh. Amin yang disajikan lengkap dengan foto,  ilustrasi video penunjang karyanya. 

Semua hal yang dinyatakan para juri menjadi pelajaran yang berharga buat para mahasiswa dan mereka pun bersoal jawab seputar karya kreatif yang berkualitas dan meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp 50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Seluruh penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2020 yang akan berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 9 Februari.

Sebelumnya, 6 Februari malam Talk show di TVRI Kalsel dalam acar Benoa Bicara  hadir juga sejumlah pembicara para juri dan pemenang Adinegoro. Di antaranya ,  Ketua Panitia HPN Kalsel Auri Jaya.  Mereka mengakui bahwa Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita yang cepat saji, dan digarap tidak serius serta sembarangan. 

Hadiah Adinegoro yang tiap tahun meningkat, menjadi barometer sekaligus prestise dan prestasi para insan pers, demikian kesimpulan para juri yang hadir  di TVRI Kalsel dalam dialog yang dipandu Dewi Ratna, presenter TVRI Kalsel.

Selain TEMPO sebagai pemenang indepht reporting cetak,  para pemenang Adinegoro berdasar masing-masing kategori di antara 679 peserta yang mengirim karya jurnalistiknya adalah  kategori Siber diraih Muhammad Amin bersama timnya M. Akhwan, Defizal, Evan Gunanzar dari Riaupos.co bertajuk Bom Waktu di Lahan Gambut yang diterbitkan 22 Oktober 2019. 

Kategori Televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya Herry Fitriadie, Iqbal Himawan, Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul Berebut Oksigen di Tambora yang ditayangkan pada 09 Oktober 2019
Sementara kategori Radio diraih Marga Rahayu bersama timnya Supriati, Metalianda, Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda bertajuk Lubang Tambang Pembawa Petaka disiarkan pada 22 Juli 2019. 

Kategori Foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul Erupsi Gunung Anak Krakatau yang disiarkan 24 Desember 2019. Kategori Karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul Anak-anak Terlena 24 Juli 2019. (ks)

Berita Terkait: