Ketua PWI Babel Terpilih Penuhi Panggilan Penyidik Polda, Boy : Ini Murni Masalah Internal Organisasi

Ketua PWI Babel Terpilih Penuhi Panggilan Penyidik Polda, Boy : Ini Murni Masalah Internal Organisasi

PANGKALPINANG - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Bangka Belitung terpilih Periode 2022-2027, Mohammad Fakhturrahman mendatangi Mapolda Babel guna memenuhi panggilan penyidik Sub Direktorat I Reserse Kriminal Polda Babel, Selasa (19/04/22) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Ketua PWI dimintai klarifikasi terkait laporan yang dilayangkan mantan Sekretaris PWI Babel Periode 2016-2021 Agus Hendrayadi Poneran terhadap Wakil Sekretaris I Fakhruddin Halim atas dugaan pemalsuan tandatangan yang mengakibatkan PWI Pusat menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk 88 orang anggota PWI Babel.

 

Dalam kesempatan tersebut, orang yang akrab disapa Boy itu mengatakan bahwa apa yang dilaporkan oleh Agus Hendrayadi Poneran ke pihak kepolisian murni masalah internal organisasi. 

 

"Ini murni masalah internal organisasi. Dalam aturan PD-PRT PWI pasal 18 nomor 10 ayat A dan B dijelaskan jika sekretaris berhalangan maka wakil sekretaris dapat mewakilinya," ujar Boy.

 

Boy juga mengungkapkan, tandatangan yang dilakukan wakil sekretaris 1 PWI Babel itu sah dan tidak melanggar aturan organisasi serta sudah sesuai dengan PD-PRT PWI. Boy menambahkan, berkas yang ditandatangani tersebut adalah berkas internal organisasi bukan untuk keluar organisasi.

 

"Apabila dia tidak puas dengan hal itu, harusnya mantan sekretaris melaporkannya ke Dewan Kehormatan PWI Provinsi Babel, bukan ke polisi. Artinya laporan itu jelas salah alamat,” ungkap Boy.

 

"Tidak ada kerugian materil dalam hal penandatanganan berkas PWI tersebut seperti yang dilaporkan,” pungkas Boy.

 

Pada kesempatan yang sama Ketua Siwo PWI Babel, Rudi Syahwani menerangkan bahwa perkara masih dalam tahap klarifikasi. Rudi Syahwani mengatakan pihak nya akan koorperatif dalam menyelesaikan perkara ini.

 

"Kita harus kooperatif terhadap proses penegakan hukum, terlepas benar atau salahnya, itu menjadi kewenangan penyidik," ujar Rudi.

 

DKP PWI Babel Akan Beri Sanksi Pemecatan Pada Agus Hendrayadi 

Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan Provinsi Terpilih PWI Bangka Belitung Periode 2022-2027, Replianto menegaskan akan memberikan sanksi atas apa yang telah dilakukan oleh Agus Hendrayadi.

 

"Dia meninggalkan tugasnya sebagai Sekretaris," ungkap Replianto.

 

Selain sanksi, keanggotaan PWI dan Kartu UKW Utama yang dimiliki Agus Hendrayadi terancam dicabut. Replianto menilai, Agus Hendrayadi tidak layak lagi menjadi seorang wartawan.

 

“Karena laporan ini dia sudah salah, maka dia layak dipecat. Saya sendiri yang akan memproses itu. Malah Kartu UKW Utama dia akan saya usulkan untuk dicabut, karena dia tidak layak menjadi seorang wartawan,” tutup Replianto. (PUBLIKASI PWI BABEL)

Berita Terkait: