Presiden Tambahkan Rp 5,3 Triliun ke NTT

Blog Single
 
 
KUPANG, PK -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menambahkan Rp 5.309.580.000.000 atau Rp 5,3 triliun dana untuk percepatan pembangunan di Propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2011. Dana itu di luar APBN 2011 sebesar Rp 16,1 triliun dan PNPM Pedesaan Rp 657,20 miliar dan PNPM Perkotaan Rp 12,8 miliar. 

 

Tambahan dana pembangunan  itu disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Percepatan Pembangunan NTT di Aula El Tari, Kupang, Rabu (9/2/2011) sore, disaksikan Ibu Ani Yudhoyono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, anggota DPR dan DPD asal NTT, pimpinan  BUMN, para bupati/walikota, wakil bupati/wakil walikota, ketua DPRD,  pimpinan  Satuan Kerja  Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Setda NTT dan undangan lainnya.

Dana-dana itu, pinta Presiden, dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan 4,6 juta rakyat propinsi ini.

 

"Saya sudah mendengar laporan gubernur tadi (kemarin,Red) dan saat saya undang ke istana tentang pengembangan pembangunan daerah ini. Saya membantu agar rencana yang baik yang telah disampaikan Pak Frans secara gamblang itu diimplementasikan," kata Presiden.

 

Presiden juga menyampaikan perkembangan bangsa saat dirinya berkantor di Kupang. "Tadi malam saya kerja sampai jam 1 (pukul 01.00 Wita), saya menerima SMS yang isinya, "Apa betul Presiden SBY dan rombongan ditolak berkunjung ke NTT?  Ini saya tidak mengerti siapa yang menolak. Saya cek apa betul? Malah saya mendapat jawaban bahwa saya dihadang dengan sambutan meriah warga," kata Presiden. Presiden menyatakan sama sekali tidak terganggu selama berada di NTT.

 

Presiden menegaskan, saat Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mempresentasikan program pembangunan  daerah ini di Istana Negara, dirinya mencermati dan mencatat satu persatu.

 

Presiden menyimpulkan, ada empat program Pemerintah Propinsi NTT yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni pertanian terpadu, perikanan dan kelautan, pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur dan penanganan warga baru. Untuk itu, kata Presiden, ada tiga sumber dana yang dapat mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat NTT, yaitu APBN 2011, dana bantuan BUMN dan peran serta investor.

 

"Kita lakukan.  Yang baik kita jelaskan baik, yang belum baik kita bilang belum baik," tegas Presiden.

 

Untuk  APBN, kata Presiden, tahun 2011 NTT mendapat kenaikan 15 persen dari APBN 2010 sebesar Rp 14,1 triliun menjadi Rp 16,1 triliun.

 

Untuk peningkatan infrastruktur, Presiden menambah anggaran Rp 1,426 triliun, untuk pengairan Rp 409,96 miliar, untuk Bina Marga Rp 777,4 miliar, Cipta Karya Rp 223, 16 miliar, untuk tata ruang Rp 6,2 miliar.

 

Untuk pengembangan pertanian, Presiden menambahkan Rp 365 miliar untuk sekolah lapangan terpadu, inseminasi, cetak lahan baru, kopi arabika. Presiden juga membantu 658.316 ekor sapi potong yang ditargetkan bisa menghasilkan daging sebanyak 7.241 ton/tahun.

 

Dana yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian juga untuk pengembangan bibit sapi Timor di Besipae, penggemukan sapi di Sumba Timur dan peternakan babi di Boawae.

 

Khusus untuk garam, demikian Presiden, perlu investasi swasta agar pusat industri garam Indonesia terdapat di dua daerah, yakni NTT dan Madura.

 

Presiden juga  mendistribusikan anggaran untuk kelautan sebesar Rp 252 miliar, perumahan Rp 61,647 miliar untuk pembangunan pemukiman warga baru dan penduduk lokal. "Saya  ingin masalah warga baru dituntaskan tahun ini. Saya akan berjuang ke DPR agar disetujui anggaran untuk pemukiman dan lahan pekarangan bagi warga baru dan masyarakat lokal," kata Presiden.

 

Menurut Presiden, NTT punya potensi  yang perlu diberdayakan untuk kemakmuran rakyat.  Presiden  mengharapkan dana-dana itu digunakan sebaik-baiknya. "Gunakan dengan baik paket ini. Cegah penyimpangan dan korupsi, masyarakat diminta mengontrol," terang Presiden.

 

Presiden juga menitip empat pesan, yakni mendorong peran swasta dan pemerintah. Undang swasta datang berusaha di NTT. Presiden juga mengingatkan pemerintah daerah, baik propinsi maupun kabupaten/kota, agar menciptakan regulasi yang kondusif bagi investor, mengintegrasikan APBN, APBD propinsi dan kabupaten/kota agar saling bersinergi, hasilnya akan lebih besar ketimbang berjalan sendiri-sendiri.

 

"Khusus pertanian dan industri, tolong hitung dimensi (untung- rugi), koneksitaskan logistik," pinta Presiden. (gem)

 

--Tabel---

 

Dana Tambahan oleh Presiden :

 

PU                                               : Rp 2.841.712.000.000

 

Pertanian                                    : Rp   365.000.000.000

 

DKP                                            : Rp     285.211.000.000

 

Perumahan                               : Rp      71.457.000.000

 

Kesehatan                                 : Rp    255.200.000.000

 

BUMN                                         : Rp         5.600.000.000

 

PLN                                             : Rp  765.000.000.000

 

Pelabuhan                                 : Rp       50.000.000.000

 

Bandara                                     : Rp        58.000.000.000

 

PT Semen Kupang                  : Rp   328.500.000.000

 

KUR                                            : Rp 223.900.000.000

 

---------------------------------------------------------------------

 

Jumlah                                      Rp 5.309.580.000.000.

 

(*)

Berita Terkait: