Ratusan Peserta Jambore Buleleng Belajar Jurnalistik

Blog Single
Singaraja  (ANTARA News) - Ratusan pelajar tingkat sekolah menengah lanjutan yang mengikuti acara Jambore Pramuka Cabang Buleleng 2010 di kawasan Desa Bukti, Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu, diajar menjadi wartawan serta dibekali dengan materi tentang kewartawanan.

Ketua Panitia Jambore Made Tingkat, ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan adanya materi jurnalistik dalam acara Jambore, diharapkan bisa membentuk bibit baru khususnya untuk menjadi seorang wartawan.

Materi tentang kejurnalistikan diberikan oleh seluruh wartawan dari masing-masing media baik cetak maupun elektronik yang ada di kabupaten utara Pulau Dewata dan beberapa diantara mereka tergabung dalam wadah bernama Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB).

Ratusan siswa perwakilan masing-masing kecamatan yang ada di kabupaten utara Pulau Dewata ini, dibagi menjadi beberapa kelompok dan juga diminta langsung melakukan peliputan sebagai implementasi dari materi yang telah diberikan oleh sejumlah wartawan di Buleleng.

Sebagai bentuk evaluasi, lanjut Tingkat, masing-masing kelompok yang ditugaskan melakukan peliputan, langsung di minta untuk membuat sebuah berita yang materinya diambil dari lingkungan tempat dilangsungkannya acara Jambore.

Selain diberikan materi terkait dunia kewartawanan, ratusan siswa peserta Jambore Pramuka Cabang Buleleng 2010 tersebut juga diberikan teknis-teknis melakukan peliputan serta strategi investigasi.

"Harapan kami, mereka memiliki bekal sepulangnya dari acara Jambore dan bisa menerapkan di masing-masing sekolah dengan memanfaatkan sarana majalah dinding sebagai media," papar Tingkat.

Dikatakan, dengan mengetahui dunia kejurnalistikan serta kewartawanan, para peserta di harap bisa mengetahui bagaimana proses munculnya informasi hingga dimuat di media baik cetak maupun elektronik.

Dikonfirmasi terpisah, Presiden KJB Ketut Wiratmaja mengatakan, pendidikan jurnalistik sangat penting untuk diajarkan sedini mungkin untuk membentuk bibit-bibit wartawan baru yang produktif.

"Tentunya, selain dibekali dengan teknis dan materi kejurnalistikan, para siswa juga diberikan pemahaman terkait kode etik yang tidak boleh dilanggar ketika nantinya mereka betul-betul menjadi seorang wartawan," ucap Wiratmaja. (*)

Berita Terkait: