Pers Aceh Masih Ada Kurang Paham Profesionalisme

Blog Single
Banda Aceh  (ANTARA News) - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyatakan bahwa masih banyak kalangan pers di Aceh yang kurang memahami arti sebuah profesionalime, sehingga memicu kekerasan terhadap wartawan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur melalui Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi, Marwan SP pada pelantikan Ketua pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di Banda Aceh, Sabtu.

"Kalangan pers sendiri masih ada yang kurang memahami arti sebuah profesionalisme. Mereka menganggap jabatannya sebagai wartawan dapat melakukan apa saja tanpa memahami UU tentang pers dan kode etik jurnalistik," katanya.

Gubernur di depan Ketua PWI pusat Margiono mengatakan, akibat rendahnya profesionalisme sering muncul pembalasan yang dilakukan dengan cara inkonstitusional.

"Kami berharap PWI sebagai organisasi pers terbesar di Indonesia dapat menjadi motor untuk pembangunan profesionalisme di kalangan wartawan Aceh," katanya.

Dalam pidato di sejumlah tokoh pers nasional dan daerah, Gubernur Aceh juga mengharapkan organisasi wartawan memberi pemahaman kepada publik tentang pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi sehingga kekerasan terhadap insan pers dapat diminimalisir.

"Banyak orang yang gerah dengan kontrol sosial yang dilakukan pers sehingga melakukan reaksi di luar prosedur hukum menghentikan aktivitas pemberitaan yang merugikannya. Ini harus diberikan pemahaman," kata Gubernur.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Aceh juga menilai kalangan wartawan di Aceh kurang kompak, padahal banyak organisasi pers di daerah tersebut berjalan sendiri dengan program masing-masing.  

"Permasalahan yang kami sampaikan hendaknya menjadi renungan kita semua sehingga lebih peduli dengan persoalan yang dihadapi insan pers," katanya.

Pemerintah Aceh mengakui sangat peduli terhadap persoalan pers sebab media mempunyai peran penting dalam proses perdamaian dan pembangunan. (*)

Berita Terkait: