Hubungan Pemkab Bartim & Wartawan Kurang Maksimal

Blog Single
Palangka Raya (ANTARA News) - Bupati Barito Timur (Bartim) Zain Alkim mengakui, hubungan antara pemerintah setempat dengan wartawan seakan kurang maksimal, dan hubungan tersebut harus lebih dipererat dikemudian hari.

"Hubungan pemerintah dengan kalangan wartawan yang lebih baik, tentu akan berdampak positf memacu pembangunan setempat," katanya di Palangka Raya, Kamis.

Adanya kerja sama pemerintah dan wartawan, dalam menyampaikan informasi, maka diyakininya akan menghasilkan berita berkualitas yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Bupati juga meminta kepada jajaran Humas Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai salah satu sumber informasi bagi para wartawan dan aktif menyampai atau mengundang kalangan pers apabila terdapat kegiatan.

"Saat ini kami menilai Humas Pemkab Bartim kurang aktif dan stagnan dalam memberikan informasi kepada kalangan jurnalistik, sehingga hasil kinerja pemerintah tidak tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat," ucapnya.

Padahal, katanya, keberadaan wartawan atau kalangan pers sangat dibutuhkan oleh pemerintah sebagai penyebar informasi untuk masyarakat terkait dengan segala sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

"Keberadaan pers sangat dibutuhkan, namun kami mengingatkan kepada setiap wartawan dalam menulis berita juga harus memberikan informasi sesuai fakta dan tidak menyudutkan salah satu pihak," kata Zain Alkim.

Secara terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kalteng Sutransyah mengingatkan kepada kalangan pers, bahwa sebagai seorang wartawan yang profesional harus bekerja dengan memperhatikan kode etik jurnalistik Indonesia dan PWI.

Oleh karena itu, pada setiap penulisan harus teliti dan berimbang dalam membuat sebuah berita, jangan hanya memojokan salah satu pihak dengan membuat opini dalam pemberitaan.

"Ketika seorang wartawan dalam membuat berita menggunakan data yang tidak falid dan berdasarkan opini diri sendiri, maka hal itu sudah jelas tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik dan PWI," ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan cabang PWI di masing-masing daerah bisa memberikan pembinaan kepada para anggotanya yakni tata cara membuat sebuah berita yang berimbang dan bisa menyejukan untuk masyarakat.

Sutran menambahkan, saat ini PWI Perwakilan Bartim kini berdiri kembalu setempat sempat vakum selama setahun akibat kepengurusannya ditinggal Ketua terpilih yang dimutasikan media tempatnya bekerja ke kabupaten Barito Selatan.

"Kami sangat mengharapkan, pemerintah dan kalangan pers bisa bekerja sama dengan baik dalam hal penyampaian informasi tentang kinerjanya untuk masyarakat, yang tentunya sesuai kondisi di lapangan," ujar Sutran. (*)

Berita Terkait: