PWI Siapkan Acara Hari Pers Nasional 2011

Blog Single

 

Sample Image
Ibu Herawati Diah, Margiono dan
Priyambodo RH (kanan ke kiri)
dalam Silaturahim Masyarakat Pers - PWI.

 

 

Jakarta, Rakyat Merdeka (RM) - Puluhan pekerja dan tokoh senior pers hadir dalam acara halal bihalal bertajuk “Silaturahmi Masyarakat Pers” di Jakarta, kemarin.

Selain bersalaman dan saling memaafkan, para pekerja pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menggunakan kesempatan tersebut untuk mensosialisasikan rencana pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2011.

Sebelum memulai acara, para undangan yang berasal dari berbagai media cetak dan elektronik, melakukan makan malam bersama. Sambil menyantap beragam hidangan, mereka berbincang akrab. Ketua Umum PWI Margiono berkeliling untuk menghampiri para undangan.

Margiono yang mengenakan kemeja hitam lengan pendek bermotif garis-garis, menyapa para tokoh senior pers. Diantaranya, Atma Kusuma (bekas Ketua Dewan Pers), Herawati Diah (penasihat PWI yang juga istri pendiri harian Merdeka), Sabam M Siagian (bekas Duta Besar Indonesia untuk Australia yang juga bekas Pemimpin Redaksi Sinar Harapan) dan Jafar Husein Aseggaf.

Setelah makan malam bersama, acara halal bi halal dilanjutkan. Margiono mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan kata sambutan. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya mengawali sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, Margiono juga menyinggung tentang Hari Pers Nasional (HPN) 2011 yang akan diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 8-9 Februari 2011. Menurut dia, HPN didasari fakta sejarah kesadaran wartawan nasional untuk menegakkan kemerdekaan. Karena itu, HPN harus dijadikan momentum evaluasi dan perbaikan. “Puncak acaranya akan diselenggarakan pada 9 Februari 2011, bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Persatuan Wartawan Indonesia.”

Setelah Margiono menyampaikan sambutan, Ketua Pelaksana HPN 2011, Priyambodo menjelaskan hal-hal teknis pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, acara ini akan dihadiri 500 peserta undangan dari unsur pengurus PWI Pusat dan Cabang seluruh Indonesia, serta Pimpinan Komponen Pers Nasional.

“Tema HPN 2011 adalah kemerdekaan pers dari dan untuk rakyat. Acara ini, memiliki beberapa agenda penting, yaitu menegakkan kemerdekaan pers melalui piagam Palembang, kampanye nasional pers untuk semua dan reinventing Kode Etik Jurnalistik,” urainya.

Setelah itu, acara halal bi halal di Hotel Atlet Century tersebut, dilanjutkan dengan kata sambutan para tokoh pers. Dalam sambutannya, Sabam M Siagian meminta Margiono untuk mengundang para insan pers dari negara-negara serumpun, seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam dan Timor Leste.

Soalnya, kata dia, negara-negara tersebut juga menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa melayu pada penulisan beritanya. “Saya berharap, Pak Margiono mengundang wartawan melayu dalam acara HPN 2011 nanti. Kita harus saling belajar dan bertukar pikiran, karena kita menggunakan bahasa yang sama,” ujarnya.

Sementara, penasihat PWI yang juga istri pendiri harian Merdeka BM Diah, Herawati Diah menilai, pers Indonesia sudah kebablasan. Menurut dia, ada banyak hal yang tidak patut diberitakan, justru diekspos besar besaran dan dijadikan konsumsi publik.
 
“Walaupun sudah tidak aktif, saya masih memperhatikan berbagai pemberitaan. Saya membaca tiga sampai empat koran per hari. Saya juga mengamati berbagai berita di televisi,” katanya. (ONI)

Berita Terkait: