Perusahaan Pers Perlu Sosialisasikan Kompetensi Wartawan

Blog Single
Jakarta  (ANTARA News) - Gagasan menerapkan standar kompetensi wartawan di Indonesia yang dicetuskan dewan Pers belum sepenuhnya diiringi sosialisasi di kalangan pers dan perusahaan media sehingga gagasan itu belum sepenuhnya dipahami.

Dalam kaitan ini, PT Indonesia News Center bersama Yayasan Jurnalis Indonesia pada Sabtu malam mengumumkan adanya program sosialisasi standar kompetensi wartawan dalam sebuah seminar bertema "Langkah-Langkah Yang Perlu disiapkan Untuk Mengikuti Proses Standardisasi".
Menurut Event Promotion PT Indonesia News Center Rika Noveria,  kegiatan diselenggarakan pada Selasa (5/9) di Hotel Nikko Jakarta.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan pembicara Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti, Ketua Umum PWI Margiono, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Indonesia Nezar Patria serta CEO Inilah.com/Media Online Muchlis Hasyim. Selain itu, Anggota Dewan Pers Wina Armada dan Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pro Dr Moestopo, Dr Gati Gayatri.

Kegiatan ini didasarkan pada kepentingan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, wartawan  harus mempunyai standar kompetensi yang memadai dan disepakati masyarakat pers. Kompetensi itu meliputi, pemahaman terhadap etika dan hukum pers, konsepsi berita, penyusunan dan penyuntingan berita serta bahasa.

Untuk mencapai standar kompetensi, seorang wartawan harus mengikuti uji kompetensi yang dilakukan lembaga yang telah diverifikasi Dewan pers, perusahaan pers, organisasi wartawan, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan jurnalistik.

Namun penyusunan standar kompetensi wartawan ternyata rumit dan membutuhkan ketelitian.

Pada kesempatan silaturahim sekaligus berbuka puasa di kantor Inilah.com yang dihadiri 370 wartawan, Muchlis Hasyim juga menjelaskan mengenai perkembangan pembentukan Yayasan Jurnalis Indonesia yang digagas setahun lalu.

Yayasan ini memprioritaskan kepada upaya meningkatkan kualitas SDM kalangan media melalui pendidikan dan pelatihan serta memberi perhatian kepada kesejahteraan keluarga wartawan.    

Silaturahim ini, kata Muchlis Hasyim, menyatukan kalangan pers dari berbagai perusahaan.  Silaturahim seperti ini perlu dilaksanakan tidak hanya pada saat berbuka puasa, tetapi juga kesempatan lain, seperti halal bihalal dan sebagainya. (*)

Berita Terkait: