Komnas HAM Minta Polisi Tangkap Pembunuhan Wartawan

Blog Single
Makassar (ANTARA News) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta kepada aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan  kontributor Sun-TV di Tual Maluku, Ridwan Salamun.

"Kami memberikan waktu 20 hari kepada aparat kepolisian untuk  menangkap semua pembunuh wartawan di Maluku," kata Komisioner Subkomisi Penelitian dan Penyuluhan Komnas HAM, Saharuddin Daming, saat hadir dalam aksi keprihatinan wartawan Sulsel di jembatan layang Makassar, Selasa.
Menurut dia, tragedi meninggalnya Ridwan akan berdampak pada citra kepolisian jika mereka lamban melakukan pengusutan dan penangkapan.

Bisa jadi Polisi, lanjutnya, dinilai melakukan pelanggaran HAM dengan melakukan pembiaran yang menyebabkan nyawa wartawan melayang saat bertugas.    

Sementara sekitar 70 wartawan dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), dan lembaga pers lainnya di Sulsel dalam aksi tersebut juga menuntut kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap wartawan.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Oto, secara terpisah juga menegaskan organisasinya sangat mengecam keras tindak kekerasan terhadap wartawan dan insan pers, serta aparat keamanan harus segera mengusut secara tuntas kasus-kasus semacam ini.

Ketua AJI Makassar, Ana Rusli menyatakan pengusutan dan penangkapan mendesak dilakukan, agar di masa mendatang tidak terjadi peristiwa kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugas peliputan.              

Gabungan solidaritas wartawan ini juga menuju Kantor Sun-TV untuk mempertanyakan bantuan hukum dan tunjangan bagi Ridwan.


Sementara kepala Biro Sun-TV Sulsel Sultan Makkawaru mengatakan bahwa, kepolisian sudah menangkap beberapa tersangka pembunuhan, termasuk yang sebelumnya menjadi saksi.  

Dia juga menyebut bahwa instansi perusahaan dipastikan memberikan tunjangan kepada anak dan istri almarhum. (*)

Berita Terkait: