PWI Kaltim Sosialisasikan Sekolah Jurnalistik

Blog Single
Samarinda  (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) mensosialisasikanrencana pengelolaan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Samarinda, kepada sejumlah Pemimpin Redaksi (Pemred) media cetak dan elektronik.

"Awalnya memang SJI akan dibuka pada Oktober 2010, namun karena masalah pendanaan sehingga kita buka sekolah ini pada 2011," kata Ketua PWI Cabang Kaltim, Maturidi di Samarinda, Kamis, di hadapan Pemred dan wartawan.
Dia melanjutkan, total lama belajar di SJI nanti sekitar satu bulan dengan lama belajar setiap hari 4 jam. Sekolah ini lebih mengarah pada kursus atau pendidikan kilat, bukan mencari gelar, namun lebih mengutamakan keterampilan.

Tiap kali pertemuan (sesi) terdapat dua jam atau dalam setiap satu hari ada dua sesi, sementara dalam satu bulan terdapat 40 sesi, atau 80 jam proses belajar mengajar.

Materi yang diajarkan adalah etika dan filsafat, keterampialn jurnaslitik, kode etik dan hukum pers, manajemen pers, hubungan pers pemerintah, dan hubungan wartawan dengan pemilik media.

Siswa yang direkrut di SJI Samarinda adalah wartawan dari media cetak, elektronik, maupun online, dengan lama menjadi wartawan atau bekerja di media masing-masing minimal enam bulan.

Setiap calon siswa SJI harus memiliki kemampuan dasar membuat berita karena yang diajarkan dalam sekolah itu bukan reportase dasar, namun lanjutan. Jika ada wartawan yang belum memiliki kemampuan dasar menulis, dikhawatirkan ketinggalan pelajaran karena tidak mampu mencerna ilmu dari dosen.

Setiap angkatan dalam SJI Samarinda dipatok maksimal 30 siswa, sementara para siswa yang belajar di SJI tidak dipungut biaya apapun, bahkan ada kemungkinan siswa tersebut diasramakan.

"Siswa angkatan pertama dan kedua diperuntukkan bagi wartawan, namun pada angkatan ketiga dan keempat kemungkinan diperuntukkan bagi kalangan redaktur. Angkatan selanjutan kembali kepada wartawan," katanya.

Dia memastikan para wartawan yang menuntut ilmu di SJI, kelak kemampuannya dalam membuat berita akan mengalami peningkatan, pasalnya para dosen pengajarnya merupakan orang-orang berpengalaman yang sudah diseleksi di PWI Pusat.

"Tujuan pendirian SJI adalah untuk meningkatkan profesionalitas wartawan, agar memiliki kesadaran dan tanggungjawab, menjaga integritas serta memiliki kompetensi sebagaimana wartawan profesional," kata Maturidi. (*)

Berita Terkait: