Debat Ketiga Pilpres, KPAI Minta Isu Kekerasan Pendidikan Disoroti

Blog Single

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan, Retno Listyarti, meminta para calon wakil presiden yang akan maju di Debat Ketiga Pilpres, untuk bisa fokus pada isu kekerasan yang terjadi di lingkup dunia pendidikan.

Sebab, menurutnya, angka kekerasan di dunia pendidikan masih tinggi. Baik yang melibatkan warga sekolah seperti kekerasan guru kepada siswa, sesama siswa, atau siswa terhadap guru.

Dari data yang disampaikan KPAI, per Januari hingga Februari 2019, telah menerima 24 laporan kasus pendidikan yang melibatkan anak sebagai korban dan pelaku. 17 laporan diantaranya adalah kasus kekerasan.

"Pendidikan karakter di sekolah harus dievaluasi selain faktor pola asuh di rumah," ujarnya kepada Tirto, Rabu (13/3/2019).

Selain itu, KPAI melalui Retno juga meminta agar kedua cawapres pada debat nanti bisa menyoroti rendahnya kualitas guru di Indonesia.

Sebab, menurutnya, rendahnya kualitas guru bisa berdampak kualitas pendidikan yang ada serta turut mempengaruhi kualitas siswanya.

"Rendahnya kualitas guru diukur dengan hasil uji kompetensi guru yang rendah dan juga hasil penelitian Bank Dunia yang dirilis pada 2014, dimana guru Indonesia menempati urutan 12 dari 12 negara Asia yang dijadikan sampel penelitian ini," pungkasnya.

Pada 17 Maret 2019 nanti akan diselenggarakan debat ketiga antara para calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat. Debat tersebut bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ini akan disiarkan secara langsung di Trans TV, Trans7, dan CNN TV Indonesia.
 

Berita Terkait: