Manifesto Kemerdekaan Pers 2010

Blog Single

No.          : 919/PWI-P/LXIV/2010                                                          Jakarta, 19 Juli 2010

Hal          : Siaran Pers

 

Kepada yth,

Pemimpin Redaksi Media Massa

di

Tempat

 

Hal: Manifesto Kemerdekaan Pers

 

Dengan hormat,

 

Sehubungan dengan keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan penyiaran Headline News Metro TV selama tujuh hari  dan mengharuskan Metro TV menyampaikan permohonan maaf,  tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut, kami  para praktisi media pers dan penyiaran menyatakan keprihatinan.

 

Kami sependapat bahwa tayangan tersebut melanggar UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Namun KPI tidak memiliki wewenang mengambil tindakan tersebut, yang dapat berakibat melanggar UU Pers No 40/1999 dan berpotensi mengancam kemerdekaan pers yang merupakan hak asasi manusian dan hak asasi warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Pernyataan keprihatinan tersebut kami tuangkan dalam "Manifesto Kemerdekaan Pers 2010"  yang kami lampirkan dalam pengantar ini.

 

Demikian kami sampaikan untuk dimaklumi.

 

 

Persatuan Wartawan Indonesia

                                          Pengurus Pusat                                        

Sample Image

        

                                                                                          

                       Hendry CH Bangun                                                                Marah Sakti Siregar

                       Sekretaris Jenderal                                                             Ketua Bidang Pendidikan

 

 
 

Manifesto Kemerdekaan Pers 2010

 

Sehubungan dengan beberapa keterangan  dan tindakan terkait  masalah pelaksanaan tugas –tugas jurnalistik oleh insan pers nasional akhir-akhir ini, kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan :

 

1.       Kemerdekaan pers merupakan hak asasi manusia dan hak asasi warga negara yang   dilindungi oleh UUD 1945. Kemerdekaan pers adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses dan buah reformasi sekaligus merupakan dasar-dasar demokrasi. Oleh karena itu   UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan tegas menyatakan terhadap pers nasional tidak boleh dilakukan penyensoran,pemberdelan dan penghentian penyiaran,oleh siapapun juga. Semua ini adalah prinsip-prinsip dasar bahkan titah konstitusi yang wajib menjadi panduan pikiran, sikap dan perbuatan segenap insan pers nasional dan seluruh masyrakat Indonesia pendukung kemerdekaan pers.

 

2.       Kami mengingatkan bahwa pengertian pers tidak hanya media cetak  saja, tetapi juga mencakup berita di media elektronik seperti televisi, radio dan saluran lain yang tersedia. Maka dengan demikian karya jurnalistik, termasuk jurnalistik televisi, tidak boleh dibredel,disensor maupun dihentikan penyiarannya.

 

3.       Kami menyadari  dalam pelaksanaan peranan dan tugasnya masih banyak pers yang belum sepenuhnya profesional dan tunduk kepada kode etik jurnalistik, sehingga kerap mengabaikan kepentingan publik dan moral agama. Kami menyetujui penting dan perlunya tindakan nyata untuk meningkatkan profesionalisme pers nasional dengan meningkatkan penaatan Kode Etik Jurnalistik. Namun demikian, Namun demikian, kami menegaskan terhadap berbagai sikap tidak profesional, pornografi, dan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik harus dikenakan sanksi berdasarkan UU tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik dan tidak dengan cara memberangus kemerdekaan pers.

 

4.       Oleh sebab itu, kami menyatakan protes keras serta mengecam tindakan  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang telah menghentikan penyiaran Headline News pukul 05.00 WIB Metro TV selama tujuh hari  dan mengharuskan Metro TV menyampaikan permohonan maaf,  tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut.  Tindakan tersebut  kami nilai sebagai perampasan  kemerdekaan pers   dan merupakan emberional untuk mengekang kemerdekaan pers pada masa yang akan datang.   Kami juga menilai tindakan KPI telah menodai citra pemerintahan di bawah Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono yang telah berkali kali menjamin  tidak akan membenarkan adanya pembatasan terhadap kemerdekaan pers.

 

5.       Mendesak Dewan Pers agar tetap  melaksanakan fungsinya menjaga dan melindungi kemerdekaan pers sesuai dengan amanah UU tentang Pers.

 

Jakarta, 17 Juli 2010

 

Yang menandatangani :

 

1.       Achmad Mukhlish Yusuf

2.       Alex Kumara

3.       Alwi Hamu

4.       Andrie Djarot

5.       Ashadi Siregar

6.       Asro Kamal Rokan

7.       Atal S Depari

8.       August Parengkuan

9.       Baidhowi Adnan

10.   Banjar Chaeruddin

11.   Danie Soe’oed

12.   Don Bosco Salamun

13.   Encub Subekti

14.   Farid Ridwan Iskandar

15.   Gilang Iskandar

16.   Hans Miller Banurea

17.   Hasan Aspahani

18.   Hendry Ch Bangun

19.   Ilham Bintang

20.   Indrawadi Tamin

21.   Irawaty Nasution

22.   Ishadi SK

23.   Izhary Agus Jaya

24.   Kahfi Kurnia

25.   Kamsul Hasan

26.   Karim Paputungan

27.   Khartadi

28.   Leo Batubara

29.   M Noeh Hatumena

30.   M Soleh Thamrin

31.   Marah Sakti Siregar

32.   Margiono

33.   Martin Selamet Susanto

34.   Priyambodo RH

35.   Rahman Arge

36.   Ratna Susilowati

37.   Rita Srihastuti

38.   Roy Tindage

39.   Rusdy Effendi

40.   Sabam Siagian

41.   Saiful Hadi

42.   Sofjan Lubis

43.   Syamsuddin Ch Haesy

44.   Tarman Azzam

45.   Teddy Kharsadi

46.   Tjipta Lesmana

47.   Tribuana Said

48.   Wikrama Abidin

49.   Wina Armada

50.   Zulkariemen Nasution. (*) 

Berita Terkait: