Tentara Israel Lukai Fotografer di Tepi Barat

Blog Single
Hebron, Wilayah Palestina  (ANTARA News/AFP) - Dua wartawan foto berita Palestina pada Sabtu dibawa ke rumah sakit setelah diserang oleh tentara Israel pada protes mingguan di Tepi Barat yang diduduki, kata salah seorang dari mereka.

Seorang fotografer AFP mengatakan, seorang serdadu menghantam muka dan kakinya dengan tongkat, dan wartawan foto lainnya kehilangan pendengaran setelah ledakan granat dekat kepalanya.

Kedua fotografer meliput demonstrasi mingguan menentang dinding pembatas kontroversial Israel, dihadiri puluhan aktivis dekat kota selatan Tepi Barat, Beit Umar, di pinggiran Al Kalil.

Seorang juru bicara tentara Israel mengomentari langsung tentang dua wartawan yang cedera itu, mengatakan bahwa pasukan keamanan hanya membubarkan 40 "perusuh" yang memasuki kawasan tertutup militer dan melempari batu kepada mereka.

"Siapapun yang memilih datang mendekat ke daerah konflik atau insiden kekerasan maka baik pria maupun wanita menanggung resiko," katanya menambahkan.

Demonstrasi mingguan itu terjadi di banyak tempat di Tepi Barat dalam beberapa tahun ini, dan sering tampak pemuda-pemuda Palestina melempar baru ke arah serdadu Israel, yang menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.

Perhimpunan Pers Asing memprotes apa yang disebut "perubahan kebijakan saat ini" oleh pihak militer dan polisi perbatasan.

"Selama beberapa bulan lalu para wartawan yang meliput kejadian-kejadian ini dilecehkan, ditangkap dan diserang di berbagai tempat pasukan sebelum mereka mengalihkan perhatian  kepada para aktivis atau demonstrator," katanya dalam satu pernyataan.

"Terbuka, tanpa hambatan dalam meliput peristiwa-peristiwa berita adalah bagian yang diakui secara luas sebagai inti demokrasi.

"Pada umumnya, ini tidak termasuk menampar wajah fotografer bertanda jelas yang sedang bertugas dan menghadiahi organisasi berita dengan tongkat, atau menujukan ledakan granat pada kepala dari orang yang jelas bertanda fotografer berita atau  ringkasnya menahan kamerawan, fotografer atau wartawan," ujarnya.

Kelompok yang mewakili media internasional yang beroperasi di Israel dan wilayah Palestina termasuk AFP. (*)

Berita Terkait: