Fauzi Bowo Ajak Media Cintai Jakarta

Blog Single
  
Sample Image
  H. Fauzi Bowo
 
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengajak media massa termasuk para wartawannya dan seluruh warga untuk lebih mencintai kota Jakarta.

"Saya ajak wartawan, mari kita jadikan warga Jakarta yang bertanggung jawab, yaitu yang mencintai kotanya," kata Fauzi Bowo dalam sambutan malam penganugerahan penghargaan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Jaya di Balaikota DKI Jakarta, Kamis.

Gubernur mengajak seluruh media massa dan insan pers untuk menggugah rasa mencintai dari 9,6 juta warga Jakarta kepada kotanya dengan melalui pemberitaan positif dan pemberitaan yang bertanggung jawab.

"Kalau sudah ada rasa cinta dari warga terhadap kotanya, maka akan ada rasa memiliki. Kalau sudah ada cinta maka lebih mudah bagi gubernur untuk membangun kotanya," katanya.

Apabila rasa cinta itu berhasil dibangkitkan paling tidak 50 persennya,  terang Fauzi Bowo, maka Jakarta bakal berubah menjadi kota yang lebih mensejahterakan warganya.

Gubernur mengakui peran penting dari pers membantu kerja pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Apapun sifat beritanya, tanpa diberitakan maka hasil kerja kami tidak sampai ke masyarakat," lanjutnya.

Sedangkan Tokoh Pers Nasional, Djafar H Assegaf dalam sambutannya mengajak seluruh insan pers untuk lebih bertanggung jawab dan taat sebagai warga sipil.

"Fungsi sosial dari media adalah untuk menuntun warga kita menjadi lebih bertanggung jawab," katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya, Kamsul Hasan, mengatakan jumlah peserta Anugerah Jurnalistik MH Thamrin semakin meningkat tahun ini.

"Trend pemberitaan mengarah ke Satpol PP dan Mbah Priok yang menjadi pemberitaan media Jakarta tahun ini," katanya.

Kamsul mengatakan Dewan Juri Anugerah Jurnalistik MH Thamrin sepakat ada alat ukur untuk menilai karya jurnalistik yang masuk yaitu dengan 11 poin Kode Etik Jurnalistik.

"Bila melanggar maka karya itu langsung digugurkan," katanya.

PWI Jaya sendiri menambah satu kategori Anugerah MH Thamrin menjadi tujuh kategori yaitu kategori reportase/tayangan radio.

"Namun sampai saat ini (karya reportase radio) belum juga ada yang mengirimkan. Saya harap Anugerah MH Thamrin tahun depan ada tayangan radio ada," katanya.

Sedangkan para pemenang Anugerah Jurnalistik MH Thamrin yaitu kategori foto terbaik diraih Feri Pradolo dari Indopos dengan karya foto "Banjir Kiriman", kategori karikatur terbaik diraih GM Sudarta dari Kompas dengan karya "Kalo Gini Mah...", dan kategori program TV terbaik diraih Roni Alamsyah dari TPI dengan judul karya "Ragam Upaya Atasi Kemacetan Ibukota".

Kategori artikel umum terbaik diraih oleh Saiful Rijal dari Sinar Harapan dengan judul tulisan "Adipura Dikejar, Gaji Penyapu Jalan Ditunggak", sedangkan kategori artikel pelayanan publik terbaik diraih oleh Noor Hakim dari Harian Pelita dengan judul tulisan "Jalan Rusak dari Kawasan Pinggiran hingga Rumah Menteri", dan kategori Tajuk Rencana terbaik diraih oleh oleh Harian Suara Karya dengan judul "Jangan Jadikan Satpol PP sebagai Buldozer".

Masing-masing pemenang mendapatkan satu buah sepeda motor dan para nominator mendapatkan sebuah komputer jinjing notebook.

Acara Anugerah Jurnalistik MH Thamrin tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Tarman Azzam, Ketua PWI Jaya Kamsul Hasan, para tokoh pers nasional, para pemimpin redaksi berbagai media massa. (*)

Berita Terkait: