Tayangan Infotainment Tidak Perlu Dibatasi

Blog Single
Depok (ANTARA News) - Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Sasa Djuarsa Sendjaya, berpendapat bahwa tayangan infotainment di televisi tidak perlu dibatasi, karena pembatasan bisa membunuh kreativitas.

"Meskipun telah banyak tayangan infotainment, tapi tak perlu dibatasi, yang perlu dibatasi adalah hal yang boleh dan tidak boleh," kata Sasa, usai menjadi Promotor Promosi Doktor Komunikasi di Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa.

Menurut dia pembatasan jumlah jam tayang infotainment bisa mematikan kreativitas dalam memproduksi hiburan yang ada di televisi swasta.

Ia mengatakan saat ini jam tayang infotainment di televisi-televisi telah mencapai 220 jam per minggu. "Masyarakat menilai bahwa tayangan infotainment hanya hiburan saja tidak lebih dari itu," ujarnya.

Jadi lanjut Sasa tidak perlu khawatir pengaruh tayangan infotainment terhadap masyarakat, walaupun jam tayangan sudah banyak.

Sasa lebih lanjut mengatakan bahwa selama ia menjadi ketua KPI pada 2009, sebanyak 7 ribu pengaduan masyarakat terhadap acara di televisi, yang terbanyak yaitu mencapai sepertiga atau 2.500 pengaduan adalah untuk tayangan sinetron, realty show, film, dan anak-anak.

"Untuk acara infotainment hanya menerima 160 pengaduan masyarakat," katanya.

Masyarakat yang menyaksikan acara infotainment menilai tayangan tersebut hanya hiburan semata, setelah menonton acara tersebut tak terpengaruh apa-apa.

Lebih lanjut Sasa mengakui bahwa tayangan infotainment banyak menayangkan hal-hal yang negatif sisi-sisi seorang artis, karena hal tersebut mempunyai nilai jual tersendiri.

Seharusnya sisi positif juga mendapat tempat dalam tayangan infotainment, misalnya seorang artis yang mempunyai prestasi akademik yang bagus di sekolah juga bisa menjadi tayangan infotainment. Bagaimana cara dia membagi waktunya, ini perlu diketahui masyarakat agar bisa ditiru.

Selain itu kata dia artis yang dalam kehidupan keluarganya berpuluh-puluh tahun yang harmonis juga bisa menjadi tayangan infotainment yang menarik.

Ia mengharapkan infotaiment tidak lagi menayangkan perselingkuhan, konflik rumah tangga. Kalaupun ditayangkan maka harus berimbang jangan menghakimi. (*)

Berita Terkait: