Wartawan Yaman Diculik Sejumlah Pria Bersenjata

Blog Single

Sana'a  (ANTARA News/Reuters) - Sebanyak tiga pria tak dikenal yang bersenjata menculik wartawan lepas Yaman yang mengkhususkan diri pada Al-Qaida di satu jalan di ibu kota negeri itu, Ahad, kata seorang saksi mata.

 

Abdulelah Shai berada di luar satu restoran China di Sana'a, ketika tiga pria bersenjata melompat ke luar satu mobil dan memaksa dia masuk ke dalam kendaraan tersebut, yang kemudian melaju dengan cepat, kata wartawan Yaman Kamal Sharaf, yang bersama Shai saat itu, kepada Reuters.

 

Polisi melakukan penyelidikan mengenai penculikan itu tapi tak mengatakan siapa yang mereka kira bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Persatuan wartawan di Yaman menyatakan para penculik itu mungkin adalah anggota suku yang marah dengan laporan Shai tentang hubungan sebagian suku dengan sayap kelompok Al Qaida di Yaman.

 

Banyak pengulas mengatakan anggota Al Qaida, banyak di antara mereka bersembunyi di gurun dan pegunungan paling sulit didatangi di Yaman, sering menerima perlindungan dari suku setempat.

 

"Kami tidak tahu secara pasti siapa yang berada di belakang peristiwa ini tapi kami khawatir itu adalah kelompok suku ... sebab ulasannya mengenai simpati suku buat Al Qaida. Itu sebabnya mengapa nyawanya terancam," kata anggota Perhimpunan Wartawan, yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

 

Yaman, yang berbatasan dengan pengekspor utama minyak dunia Arab Saudi, menjadi pusat keprihatinan keamanan negara Barat setelah sayap regional Al Qaida yang berpusat di Yaman mengaku bertanggung jawab atas satu upaya gagal untuk meledakkan pesawat dengan tujuan AS pada Desember.

 

Konflik antara pemerintah negeri tersebut dengan Al Qaida meningkat, dan semua suku kian terseret ke dalam pertempuran. Pada Juni, militer Yaman membom beberapa sasaran gerilyawan dan terlibat pertempuran melawan Al Qaida di kubunya, Wadi Obeida, di Provinsi Maarib, sumber sebagian besar minyak dinegeri itu.

 

Ketegangan di Maarib telah tinggi sejak wakil gubernurnya, yang menjadi penengah antara pemerintah dengan Al Qaida, tewas pada Mei dalam satu serangan udara yang ditujukan kepada kelompok gerilyawan tersebut, sehingga menyulut kemarahan dari kerabatnya untuk menyerang pipa saluran minyak.

 

Ahad pagi, Al Qaida mengaku bertanggung jawab atas satu serangan pada Juni di markas dinas intelijen Yaman di bagian selatan negeri itu. Sebanyak 11 orang tewas. Menurut Al Qaida, itu adalah pembalasan terhadap penindasan pemerintah atas anggotanya di Maarib. Sehari setelah serangan di kota Aden, Yaman selatan, Al Qaida telah menyeru semua anggota suku setempat agar mengangkat senjata melawan pemerintah akibat penindasan tersebut. (*)

Berita Terkait: