Staf Keamanan Konjen AS Surabaya Tangkap Wartawan

Blog Single

Surabaya (ANTARA News) - Staf keamanan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya telah menangkap wartawan foto "Surabaya Post" Iwan Heriyanto saat memotret Gedung Wismilak di dekat kantor konsulat tersebut.

 

"Sekarang, kami mengirim surat keberatan resmi kepada Konjen AS, karena 'security' Konjen AS telah melecehkan profesi wartawan," kata Redaktur Pelaksana Surabaya Post, Muhammad Hakim, di Surabaya, Sabtu.


Surat keberatan kepada Konjen AS itu ditembuskan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Cabang Surabaya, Polda Jatim, Polwiltabes Surabaya, dan Dewan Pers di Jakarta.

 

Penangkapan itu dilakukan pada Kamis (27/5) pukul 17.25 WIB ketika Iwan melaksanakan tugas dari kantornya untuk memotret Kantor Wismilak di Jl Raya Darmo sebagai salah satu gedung cagar budaya di Surabaya yang masih eksis.

Sebelumnya, Iwan juga memotret cagar budaya Kantor PTPN XI di Jl Merak dan Kantor Bank Mandiri, Jl Pahlawan.

"Foto-foto itu akan kami muat untuk halaman RANA edisi Minggu (30/5) dengan tema yang kami sesuaikan dengan HUT ke-717 Surabaya pada 31 Mei 2010," katanya.

Untuk mendapatkan komposisi foto Kantor Wismilak yang bagus, Iwan memilih waktu senja hari dengan memilih sudut pemotretan dari arah tengah perempatan Jalan Raya Darmo-Jalan dr Soetomo-Jalan Polisi Istimewa.

Sambil berdiri di bawah lampu penerangan, Iwan membidikkan kameranya ke Kantor Wismilak, namun sekitar 20 menit berdiri dan beberapa kali memotret ada petugas keamanan Konjen AS yang berpakaian krem kecokelatan mendatangi dengan didampingi seorang anggota Brimob berseragam.

Mereka menggiring Iwan ke pos polisi terdekat. "Kalau memotret Gedung Wismilak, Anda tak boleh memotret ke arah jalan menuju Konjen AS (arah Jalan dr Soetomo). Lebih baik memotret dari samping pos polisi agar fokus kamera tak ke arah jalan menuju Konjen," kata staf keamanan Konjen AS, Ronny C Kolibu.

Iwan pun memprotes bahwa tempat dia berdiri dan memotret adalah jalan umum, apalagi fokus pemotretan bukan jalan ke arah Konjen AS, namun Gedung Wismilak.

"Tempat saya mengambil gambar itu kan bukan kawasan Konjen AS. Lagipula kalau ada demo-demo wartawan juga boleh memotret. Tidak ada larangan," katanya.

Menanggapi protes itu, Ronny C Kolibu menyatakan posisi Iwan telah terpantau kamera Konjen AS.

Setelah itu, Ronny C Kolibu pun meminta Iwan berdiri untuk dipotret. Ia berdiri didampingi "security" Konjen AS, lalu difoto anggota Brimob itu dengan kamera digital.

"KTP dan kartu pers saya juga difoto. Katanya untuk data," katanya.

Namun, foto Iwan tidak disita. Ronny C Kolibu hanya berpesan supaya fotonya "di-croping" agar gambar jalan ke Konjen AS tidak kelihatan.

Oleh karena itu, manajemen "Surabaya Post" pun menyampaikan protes dan keberatan resmi kepada Konjen AS, karena tugas wartawan dilindungi UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers. (*)

Berita Terkait: