Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Penganiayaan Wartawan

Blog Single

Jakarta  (ANTARA News) - Penyidik Kepolisian Sektor Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, memeriksa enam orang saksi terkait dugaan oknum organisasi masyarakat tertentu yang telah menganiaya wartawan saat meliput razia minuman keras.

 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis, menyebutkan saksi itu terdiri dari tiga saksi mata yang melihat kejadian dan tiga korban penganiayaan.

"Polsek Tanah Abang masih mendalami dugaan penganiayaan terhadap wartawan itu," kata Boy.)


Boy menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus pemukulan terhadap wartawan itu dilakukan oknum salah satu organisasi masyarakat (ormas) atau bukan.

Boy beralasan bahwa kepastian itu harus melalui proses pemeriksaan para saksi dan pembuktian melalui barang bukti.

Namun demikian, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat maupun kelompok agar tidak melakukan razia karena tindakan itu kewenangan aparat kepolisian.

"Jangan bertindak layaknya seperti petugas kepolisian, karena melakukan 'sweeping' tidak dibenarkan," tutur Boy.

Sebelumnya, seorang wartawan Harian Lampu Hijau, Octobrian mengalami luka sobek pada bagian kepala karena terkena lemparan botol oleh oknum salah satu ormas saat razia minuman keras di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (26/5) malam.

Octobrian menuturkan insiden itu terjadi saat dirinya bersama rekan wartawan lainnya meliput kegiatan ormas yang merazia minuman keras.

 

Oknum dari salah satu ormas itu tidak menerima tindakan Octobrian yang mengabadikan kegiatan razia tersebut, selanjutnya menyerang korban dengan cara melemparkan botol ke arah kepalanya hingga mengalami luka sobek. Tidak hanya itu, oknum tersebut juga merusak kamera foto milik wartawan. (*

Berita Terkait: