Pejabat Tidak Boleh Tolak Wawancara Wartawan

Blog Single

Pangkalpinang (ANTARA News) - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Gatot S Dewa Broto, mengatakan bahwa pejabat tidak boleh menolak saat diwawancarai wartawan yang membutuhkan informasi.

"Pejabat tidak boleh menolak atau takut saat diwawancarai wartawan yang mau mencari informasi, sesuai dengan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik," ujarnya usai pertemuan dengan pejabat pemprov Babel di Pangkalpinang, Rabu.


Ia menjelaskan, pejabat dapat memberikan alasan dengan memberikan keterangan yang dapat diterima wartawan, ketika belum mau diwawancarai.

 

"Pejabat bisa memberikan alasan yang dapat diterima wartawan ketika belum mau ditemui atau diwawancarai, seperti masih mengumpulkan data untuk materi yang akan disampaikan kepada wartawan," katanya.

Gatot mengatakan, alasan yang diberikan tidak membuat wartawan menunggu terlalu lama, bahkan sampai menunggu besok pagi.

"Bagi wartawan kepastian untuk wawancara terhadap seorang pejabat tidak mesti harus menunggu terlalu lama, dengan alasan yang kurang bisa diterima," katanya.

Menurut dia, pejabat yang pada saat diwawancarai wartawan belum bisa memberikan informasi, dapat membuat janji untuk bertemu untuk diwawancarai lagi.

"Pejabat bisa membuat janji terlebih dahulu ketika akan diwawancarai wartawan, dengan alasan masih belum bisa ditemui karena masih ada pekerjaan," ujarnya.

Ia menambahkan, tidak semua media bisa menunggu lama pejabat yang akan diwawancarai, karena dikerja waktu tayang.

"Media 'online', radio maupun media cetak itu diburu waktu, jangan salahkan wartawan jika pemberitaan berikutnya sudah usang dan tidak dimuatkan oleh media," kata Gatot.

Menurut Gatot, pejabat jangan hanya mau bertemu dan wawancara dengan wartawan pada saat ada sesuatu yang mau disampaikan saja.

 

"Pejabat harus bisa mengkondisikan diri terhadap wartawan, jangan hanya ada maunya baru mau bertemu dan diwawancarai," ujarnya. (*)

Berita Terkait: