Wartawan Aceh Perlu Sosok Berkualitas

Blog Single

Banda Aceh  (ANTARA News) - Aceh membutuhkan sosok wartawan berkualitas, kritis, inovatif dan mampu melahirkan karya jurnalistik bagi upaya mencerdaskan masyarakat untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan daerah ini di masa mendatang.

Tokoh pers Aceh, H. Harun Keuchik Leumiek, di Banda Aceh, Selasa, mengatakan bahwa wartawan kreatif inovatif dalam melahirkan karya bidang jurnalistik diperlukan bagi kemajuan Aceh ke depan, termasuk calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Aceh.


Hal itu disampaikan menanggapi akan digelarnya Konferensi cabang (Konfercab) PWI Cabang Aceh yang dijadwalkan berlangsung 26-27 Juni 2010. Salah satu tujuan dari Konfercab tersebut adalah memilih Ketua PWI Cabang Aceh periode 2010-2015.

 

"Sudah saatnya kita di Ache berpikir meningkatkan kemampuan  intelektual wartawan, sehingga produk jurnalistik memberi manfaat bagi kecerdasan masyarakat dan memajukan pembangunan daerah. Dengan berita berkualitas pembangunan terlaksana mudah," katanya.

Menurut wartawan harian Analisa terbitan Medan, Sumatera Utara (Sumut) itu, konstribusi pemikiran para jurnalis yang bertugas di Aceh diperlukan untuk mendukung kemajuan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan Pemerintah daerah ini.

"Kami mengharapkan momentum Konfercab yang berlangsung lima tahun sekali ini bisa tampil sosok Ketua PWI yang aktif-kreatif, inovatif, memiliki kemampuan dan visi melahirkan jurnalis wartawan anggota PWI Aceh berkualitas," katanya menambahkan.

Upaya peningkatan kualitas jurnalis bisa dilakukan dengan memperbanyak program pelatihan dan pendidikan bagi para wartawan, khususnya anggota PWI yang tersebar di 23 kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Menurut tokoh pers yang sudah menulis sejak tahun 1970-an itu, pembinaan terhadap wartawan untuk meningkan kualitas sangat penting dilakukan bagi kemajuan dunia pers di Aceh sebagai upaya peningkatan kesejahteraan anggota PWI.

"Pengurus periode mendatang diharapkan bekerja ekstra serius untuk meningkatkan kualitas profesi wartawan anggota PWI daerah ini. Peningkatan kesejahteraan ekonomi, misalnya bisa dilakukan melalui koperasi PWI," katanya.

Harun Keuchik Leumik mengharapkan sosok Ketua PWI mendatang harus berupaya mengembalikan semangat kebersamaan sesama anggota dan meningkatkan hubungan silaturahmi antar anggota dan keluarga.

"Silaturrahmi itu tidak hanya setahun sekali. Tapi bisa dilakukan melalui program yang lebih bermanfaat bagi anggota dan bisa jadi sebulan sekali," kata dia mencontohkan.

Namun, Harun Keuchik Leumiek menambahkan, yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kehormatan dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. "Ini penting dilakoni para jurnalis yang bertugas di Aceh," katanya. (*)

Berita Terkait: