Kodam Iskandar Muda Periksa Prajurit Penganiaya Wartawan

Blog Single

Banda Aceh (ANTARA News) - Pihak Kodam Iskandar Muda menahan dan memeriksa oknum prajurit TNI diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang wartawan media cetak yang bertugas di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

 

"Oknum TNI yang menganiaya wartawan itu bernisial FA, dan saat ini telah dinonaktifkan dari jabatannya serta masih diperiksa di Denpom Korem 012/Teuku Umar di Meulaboh," kata Kapendam Iskandar Muda (IM), Mayor (Caj) Yuli Marjoko di Banda Aceh, Selasa.


Selain itu, pihak Denpom juga memeriksa J sebagai tersangka pelaku pembalakkan liar (illegal logging) di Simeulue.

 

Ahmadi adalah wartawan Surat Kabar terbitan Kota Banda Aceh, Harian Aceh, diancam tembak oleh oknum prajurit TNI AD, Kodim Simeulue, beberapa waktu lalu.

Yuli Marjoko, menambahkan, Komandan Kodim Simeulue juga telah bertemu dan meminta maaf kepada Ahmadi dan keluarganya atas masalah tersebut.

"Pihak Ahmadi dan keluarganya telah sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, namun proses hukum tetap berlaku. Sementara telepon genggam (HP) milik korban yang rusak telah diganti," kata Kapendam.

Ia juga menyebutkan visum terhadap korban telah dilakukan oleh pihak Kodim Simeulue yang bekerja sama dengan Polri, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeuleu.

"Hasil visum terhadap korban itu sebagai persyaratan administrasi untuk pelaporan ke Korem 012/TU. Setelah hasilnya diketahui oleh Korem 012/TU maka hasil visum tersebut dikembalikan oleh Kodim Simeuleu dengan disertai pihak Polri ke RSUD Simeuleu," tambahnya.

Selain itu, Korem 012/TU telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut, dan saat ini tim telah berada di TKP Kodim Simeuleu untuk mencari barang bukti dan data-data dari saksi.

"Pangdam Iskandar Muda memiliki komitmen menyelesaikan kasus ini melalui proses hukum hingga tuntas dan akan melindungi keluarga Ahmadi dari ancaman pihak manapun," kata Kapendam Iskandar Muda itu. (*)

Berita Terkait: