Media Jangan Takut Beritakan Kasus Judi

Blog Single

 Jakarta  (Republika Online - ROL) - Dua ormas Islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, meminta media tidak takut untuk memberitakan kasus judi karena merupakan tindak kejahatan dan berbahaya bagi masyarakat. Kedua ormas Islam ini juga mendesak polisi tidak main-main, tapi serius dalam memberantas perjudian.

Penyataan tersebut disampaikan Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas secara terpisah menanggapi gugatan perdata kepada tujuh media oleh tersangka kasus judi, Raymond Teddy H.''Pers jangan takut memberitakan kasus perjudian, karena memang harus diberantas,'' kata Slamet Effendi kepada Republika , Kamis (6/5).


Menurut Slamet, media tidak bisa disalahkan dan dipidanakan atas pemberitaan tersangka judi di Hotel Sultan. Alasannya, pemberitaan dilakukan dari penjelasan resmi kepolisian. ''Karena itu, kebenaran informasi pemberitaan bukan menjadi tanggung jawab media, tapi pihak kepolisian. Ini karena sumber pemberitaan media adalah rilis dari kepolisian,'' katanya.

Slamet juga mendesak pihak kepolisian untuk segera melengkapi berkas tersangka kasus judi Hotel Sultan itu. Hal itu agar kasus tersebut tidak berlarut-larut mengendap di kepolisian, tapi dilimpahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya masuk pengadilan. Terlebih, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dikenal berkomitmen memberantas seluruh tindak kejahatan termasuk judi. ''Polisi harus sungguh-sunggu mengusut masalah ini hingga tuntas dengan melengkapi berkas tersangka menjadi P21,'' katanya.

Sementara itu, Yunahar Ilyas menyatakan, media merupakan salah satu pilar penting demokrasi untuk memperjuangkan kebenaran termasuk memberantas perjudian. Oleh karena itu, Muhammadiyah meminta media tetap tidak gentar memberitakan kasus perjudian meski terdapat tujuh media yang tengah digugat tersangka judi. ''Media itu bagian dari  amar ma'ruf nahi munkar dan bagian dari demokrasi. Jangan takut untuk terus memberitakan kasus judi,'' katanya.

Menurut Yunahar, Muhammadiyah akan terus mendukung upaya media untuk membela kebenaran, termasuk memberantas perjudian. Alasannya, perjudian merupakan tindak kejahatan yang berbahaya bagi masyarakat. Karena itu, selain media, ormas Islam ini juga mendorong semua pihak untuk tidak takut memberantas judi. ''Media memberitakan itu sama dengan menyelamatkan umat dari perjudian. Semuanya tidak boleh takut,'' tegasnya.

 

Kasus judi ini sudah mengendap selama dua tahun di Mabes Polri. Status Raymond masih tersangka. Sebanyak 15 tersangka lainnya dalam kasus tersebut sudah divonis hakim. Raymond menggugat tujuh media ( Kompas, RCTI, Suara Pembaruan, Warta Kota, Detik.com, dan Republika ) yang memberitakan penggerebekan judi itu. Nilai gugatannya berkisar 10 juta hingga 36 juta dolar AS. Berita yang disiarkan tujuh media berasal dari jumpa pers Mabes Polri.

 

(bahrul i, ed:sbt
http://koran.republika.co.id/koran/0/110480/Media_Jangan_Takut_Beritakan_Kasus_Judi)

Berita Terkait: