Polresta Balikpapan Tetapkan 2 Tersangka Penganiaya Wartawan

Blog Single

Balikpapan (ANTARA News) - Polresta Balikpapan menetapkan dua tersangka kasus penyerangan kantor Balikpapan TV dan penganiayaan terhadap wartawan Kaltim Post, Aris Darmawan.

 

"Kami sudah menetapkan dua tersangka yang melakukan penganiayaan dan perusakan kantor TV Balikpapan," kata Kapolresta Balikpapan, AKBP A. Rafik di Balikpapan, Jumat.


Kedua tersangka yang berasal dari salah satu Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Balikpapan berinisial JK yang merupakan pimpinan OKP dan AR, salah satu anggota yang melakukan perusakan dan penganiayaan.

 

"Kedua tersangka sudah kita tahan di Mapolresta untuk, proses selanjutnya, sementara terhadap beberapa anggota lain yang ikut aksi hari itu, masih dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Rafik menyayangkan peristiwa yang menimpa wartawan, padahal ada prosedur yang dapat dilakukan untuk melakukan klarifikasi terhadap berita dan polisi berjanji akan terus melakukan proses hukum.

"Namun saya meminta kepada wartawan dalam pemberitaan tidak menyudutkan salah satu pihak, bila ada komplain (keluhan, r3d) agar ditanggapi dengan baik dan serius sehingga tidak terjadi keributan," tambahnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan.

Kantor Balikpapan TV yang terletak di kawasan Jalan Soekarno Hatta pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 Wita diserang oleh satu OKP di Balikpapan.

Sekira 15 orang menuju ruang Informasi dan Teknologi (IT) yang terletak di lantai tiga Gedung Biru dan melakukan perusakan beberapa peralatan milik stasiun TV lokal ini.

"Mereka memecahkan pintu kaca IT, merusak telepon dan memukul salah satu wartawan Kaltim Post yakni Aris Darmawan, semua kejadian terekam di CCTV kita," kata Direktur Program Balikpapan TV, Sugito.

Massa dari OKP yang datang ke kantor Balikpapan TV sebenarnya, ingin melakukan klarifikasi tentang pemberitaan terkait sita eksekusi lahan Cemara Rindang Balikpapan pada hari Selasa sore (4/4).

"Menurut persepsi mereka, tayangan pemberitaan Balikpapan TV tidak berimbang, karena mengatakan dugaan adanya provokator," ujarnya.

Kejadian sita eksekusi yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan nyaris ricuh, lantaran salah satu orang dari OKP yang mendatangi Balikpapan TV hampir jadi sasaran amarah dari kelompok massa pihak tergugat. (*)

Berita Terkait: