MMC Dorong Proses Hukum Pelaku Pemukul Wartawan

Blog Single

Ambon (ANTARA News) - Maluku Media Center (MMC) akan mendorong proses hukum terhadap aksi pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan beberapa pegawai Pengadilan Negeri Ambon terhadap wartawan SCTV, Jufry Samanery.

 

"Ada dua persoalan yang akan kami giring ke ranah hukum, yakni terkait aksi pemukulan dan pengeroyokan oleh pegawai PN (Pengadiloa Negeri, re4d) Ambon terhadap wartawan dan mengadvokasi tindakan pelarangan pengambilan gambar oleh hakim," kata Sekretaris MMC, Stevano Lilinger, di Ambon, Jumat.

 

Stevano Lilinger mengatakan, tindakan pelarangan pengambilan gambar dilakukan oleh salah satu hakim PN Ambon, Teuku Oyong kepada wartawan dalam satu persidangan terbuka merupakan perbuatan menghalangi kerja jurnalistik.

 

"Seharusnya dia tahu bahwa masyarakat berhak mengikuti jalannya persidangan terbuka, termasuk wartawan dalam tugas peliputannya," kata Stevano.

 

Menurut dia, jika PN Ambon memberitahukan bahwa persidangan pra peradilan mantan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Lukas Uwuratuw melawan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku yang diikuti Jufry Samanery dan beberapa wartawan lainnya adalah persidang tertutup, maka masalah tersebut tidak akan terjadi. Stevano lantas meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melihat persoalan tersebut dan memproses hukum Hakim Teuku Oyong.

 

"Bila perlu dicopot dari jabatannya sebagai hakim di PN Ambon," tegasnya. Peristiwa pemukulan dan pengeroyokan terhadap Jufry Samanery bermula ketika seorang wartawan media cetak lokal, Lotje Pattipawae dilarang mengambil gambar oleh Hakim Teuku Oyong dalam persidangan praperadilan mantan Wakil Bupati MTB, Lukas Uwuratuw melawan Kejati Maluku, Jumat siang.

 

Jufry yang dianiaya hingga mengeluarkan darah dari wajah dan kepalanya serta menderita lebam-lebam di tubuhnya langsung melarikan diri ke Polsek Sirimau, melaporkan peristiwa tersebut.

 

Tindakan pemukulan dan pengeroyokan yang dialami Lutfy itu lantas memicu demo yang dilakukan para wartawan se-Kota Ambon di kantor PN. Sementara itu, sedikit-dikitnya enam orang pelaku pemukulan dan pengeroyokan terhadap Jufry Samanary telah ditahan di Polres Pulau Ambon.

 

Proses hukum tetap akan ditegakkan terhadap para pegawai PN Ambon yang telah melakukan pemukulan dan pengeroyokan," kata Kapolres Pulau Ambon, AKBP. Didik Widjanarko. (*)

Berita Terkait: