Koperasi Wartawan Lampung Sulit Dapat SHU

Blog Single

Bandarlampung  (ANTARA News) - Meski keberadaan Koperasi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Lampung (KWPCL) sudah mencapai 22 tahun, namun masih sangat sulit mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) yang bisa dinikmati oleh para anggotanya.

 

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan (Kesra) PWI Cabang Lampung, Safnijal Datuk Sinaro, pada Rapat Aanggota Tahunan (RAT) KWPCL tahun buku 2007-2009, di Kantor PWI Cabang Lampung, di Bandarlampung, Sabtu.


 Dalam RAT yang diikuti sebanyak 109 anggota, dibuka Kepala Seksi Penyuluan Dinas Koperasi dan UKM Pemda Kota Bandarlampung, Ifkrosim itu, Datuk mengemukakan keprihatinannya atas kondisi tersebut.

"Koperasi PWI Cabang Lampung masih sulit mendapatkan SHU, bahkan SHU-nya ibarat kalau untuk membeli nasi bungkus saja tidak cukup," kata Datuk, yang juga Wartawan Sinar Harapan wilayah Provinsi Lampung itu.

Menurut dia, jika dilihat dari segi potensi, dan jaringan yang dimiliki oleh para anggota dan pengurus koperasi, KWPCL cukup berpeluang besar untuk bisa meraih kemajuan di segala bidang usahanya.

Namun, kondisi yang ada beum berjalan seperti yang diharapkan, meski KWPCL telah berdiri sejak tanggal 27 Januari 1988, yang sebelmnya bernama Koperasi Karyawan Pers Lampung (KKPL) itu.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada pengurus baru KWPCL masa bhakti 2010-2015 agar benar-benar bisa menjalankan organisasi secara baik, sehingga bisa menjadi koperasi yang sehat, dan pada akhirnya bisa meraih SHU, untuk menyejahterakan anggotanya.

 

Terhadap kegagalan-kegagalan yang dialami pada masa yang lalu, Datuk menyarankan perlunya segera diadakan evaluasi, terutama menyangkut bidang usahanya, apakah masih layak untuk dipertahankan, diteruskan, atau diganti dengan bidang usaha lainnya.

Dia mencontohkan, selama ini KWPCL melaksanakan usaha Warung Telekomunikasi (Wartel), namun akibat pekembangan teknonogi komunikasi yang pesat seperti HP, warga bahkan anak sekolah sudah tidak banyak lagi yang memanfatakan Wartel.

Selain usaha Wartel KWPCL juga melakukan jasa penjualan barang-barang, jasa iklan, fotocopy, dan lainnya.

"Mungkin itu perlu dikembangkan menjadi Wawung Internet (Warnet), sehingga selain warga juga wartawan bisa memanfaatkannya untuk mengirim berita atau foto," katanya, yang kembali meminta agar pengurus bisa mengembangkan dan memafaatkan potensi serta jaringannya.

Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandarlampung, Ifkrosim, mengatakan, untuk bisa memajukan koperasi, para anggotanya harus aktif, termasuk wajib mengikuti RAT, yang harus dilaksanakan setiap akhir tahun buku 31 Desember setiap tahun.

Kemudian soal modal dan aset yang masih sangat minim, katanya lebih lanjut, bisa ditopang dengan meningkatkan jumlah simpanan wajib atau simpanan pokok kepada para anggotanya.

"Semuanya harus dibicarakan dalam forum RAT, dengan cara mengevaluasi program lama dan menyusun program baru, termasuk kemungkinan mencari tambahan modal, baik modal internal maupun eksternal," kata Ifkrosim.

 

Ahmad Bastari, yang juga Pemimpin Redaksi Media Konstruksi Lampung, terpilih secara musyawarah dan mufakat menjadi Ketua KWPCL periode 2010-2015, pada RAT tersebut. (*)

Berita Terkait: