Teknik Penulisan Sensus Penduduk Bagi Wartawan

Blog Single

Bandung (ANTARA News) - Sekitar 100 wartawan dibekali teknik sensus penduduk 2010 dan pemaparan indikator makro dalam pembangunan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat yang menggelar pelatihan wartawan tentang sosialisasi sensus penduduk 2010 di  Bandung, Rabu.

 

Sosialisasi ini dilaksanakan untuk bemberi bekal kepada wartawan tentang teknis pelaksanaan sensus penduduk 2010 yang akan dilaksanakan mulai 1 Mei 2010 sampai 31 Mei 2010, dan untuk memberikan pemahaman tentang indikator makro dalam pembangunan, serta bertujuan guna memetakan data dasar kependudukan Indonesia sampai wilayah administratif terkecil (desa/kelurahan).

 

Selama pelaksanaan survei penduduk ini, BPS mengerahkan kurang lebih sekitar 800 petugas lapangan yang terdiri atas PCL (petugas pencacah), Kortim (Kordinator tim), Korlap (Kordinator lapangan), dan KSK (Kordinator Sensus Kecamatan) untuk mendata seluruh penduduk Indonesia di seluruh wilayah Republik Indonesia dan warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di luar negeri, serta warga negara asing yang berada di Indonesia di luar institusi diplomatik negara asal (petugas kantor kedutaan besar).

Tim bidang statistik sosial BPS Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Drs. Adang Suteja mengatakan, pada sensus penduduk tahun ini, ia menjamin petugas-petugas sensus bersikap dan berperilaku baik karena sebelumnya telah diberikan pelatihan, dengan tingkat pendidikan yang cukup.

 

1"Ini penting, agar petugas-petugas tersebut dapat memaksimalkan fungsi kerjanya untuk mendata seluruh penduduk Indonesia," kata dia.

 

Dengan partisipasi penuh dari seluruh penduduk Indonesia, BPS mengharapkan tingkat akurasi data yang didapat pada akhir survei nanti mencapai 100 persen agar hasil survei ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh elemen pemerintah, maupun non-pemerintah di Indonesia untuk kepentingan bersama, kata Adang.

Pada kesempatan inipun BPS memberikan pembekalan kepada wartawan tentang  beberapa indikator makro dalam pembangunan, yakni kemiskinan, Pengangguran dan Ketenagakerjaan, Inflasi, Nilai Tukar Petani, Pariwisata, Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Produksi Industri, Angka Tetap Produksi Padi, serta Sistem Statistik Nasional.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bagian Humas Pemprov Jawa Barat Drs. HR. Iip Hidayat. M.Pd, mengatakan pelatihan sosialisasi sensus penduduk kepada wartawan ini perlu dilakukan karena diharapkan wartawan dapat memiliki bekal cukup untuk mengawal hajatan nasional sepuluh tahunan.

Selain itu wartawan juga dapat menjadi perpanjangan tangan untuk meneruskan sosialisasi pentingnya sensus penduduk kepada masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi, mengingat fungsi wartawan dalam profesinya sebagai alat kontrol sosial masyarakat dan sebagai pemegang kekuasaan ke-empat setelah badan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

 

"Maka, dari itu wartawan memiliki peran penting untuk memenuhi hak masyarakat dalam memeroleh informasi sebanyak-banyaknya, sehingga sukses atau tidaknya sensus penduduk ini juga bergantung pada peran wartawan dan media terkait, kata dia," ujar Iip. (*)

Berita Terkait: