Pers Dituntut Selalu Perbaiki Diri

Blog Single

 

 Sample Image

H. Margiono

Ketua Umum PWI Pusat

 

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono mengatakan, pers di masa sekarang dituntut untuk selalu melakukan perbaikan diri untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman, dengan tetap memegang teguh profesionalisme dan bertanggung jawab.

 

Saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan Kartu Pers Nomor Satu (Press Card Number One) dan Orasi Pena Emas oleh Tarman Azzam di Jakarta, Selasa, Margiono mengatakan, pers di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat.


"Di salah satu sisi pertumbuhan tersebut memberikan perkembangan yang baik, tetapi di sisi lain memprihatinkan. Pers tumbuh pesat tetapi tidak didasari dengan profesionalisme, tidak memberikan ruang selektif untuk tumbuhnya pers yang sehat," katanya.

 

Di hadapan insan pers yang hadir, Margiono mengatakan, banyak sekali media yang muncul di masyarakat tetapi tidak semua didasari dengan profesionalitas jurnalisme yang memadai.

Kondisi ini, katanya, tentu memprihatinkan di tengah perjuangan mewujudkan kemerdekaan pers.

Untuk itu, ia menilai perlu ada langkah khusus yang diambil agar pertumbuhan ini menjadi sehat.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan PWI yakni dengan meratifikasi standar perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, perlindungan wartawan dan kode etik.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Ketua Komisi Penelitian Pendataan dan Ratifikasi Pers di Dewan Pers periode 2010-2013, M. Ridlo 'Eisy, mengingatkan tentang peran media sebagai penyebar informasi yang bermutu dan berimbang.

"Teman pers seharusnya tidak menyebarkan berita 'beracun', di mana tidak ada fakta di dalamnya dan hanya bersifat provokasi saja. Jangan sebarkan berita-berita yang 'beracun'," pesannya.

Penerima anugera Pena Emas Tarman Azzam dalam orasinya mengatakan, pers haruslah berpihak pada rakyat, menghormati hukum dan etika profesi serta nilai-nilai nasional.

Selain itu, katanya, pers dituntut untuk konsisten melakukan kontrol internal dan siap untuk dikontrol oleh publik.

Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2010, Masyarakat Pers Indonesia memberikan penghargaan Kartu Pers Nomor Satu pada 83 tokoh yang berprestasi dalam dunia pers.

Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan kepada insan pers yang telah menunjukkan kinerja profesional, berintegritas tinggi, berdedikasi, serta pengorbanan pada dunia pers dan kemerdekaan pers selama tahun-tahun pengabdiannya.

Pemberian penghargaan ini menyimbolkan upaya masyarakat pers untuk memperlihatkan orang-orang yang patut menjadi teladan dengan prestasi yang mereka capai, dan dengan harapan agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda insan pers.

Penerima Kartu Pers Nomor Satu ini di antaranya adalah Rosihan Anwar, Jakob Oetama, Herawaty Diah, Goenawan Mohamad, Dahlan Iskan, Tribuana Said, Sabam Siagian, DH Assegaf, Atmakusumah, Ishadi SK, Hendro Subroto, Remy Silado, Maria Hartiningsih, Karni Ilyas, Parni Hadi, Desi Anwar, dan Bambang Harimurty.

Selain itu, Abdullah Alamudi, Sumita Tobing, Toeti Adhitama, Uni Lubis, Widarti Goenawan, Lukman Setiawan, Saur Hutabarat, Ilham Bintang, Sabam Leo Batubara, Rosiana Silalahi, Arswendo Atmowiloto, Trias Kuncahyono, dan Wina Armada.

Margiono berharap tokoh-tokoh tersebut menjadi figur panutan bagi jurnalis muda saat ini dan memberikan contoh yang baik.

"Kita ingin agar aset jurnalis hebat ini dapat ditularkan, dapat dicontoh keperintisannya dan kepeloporannya," katanya. (*)

Berita Terkait: