Indonesia (SJI) Dimulai di Palembang

Blog Single

 

Sample Image

 

 

Palembang (Sriwijaya Post) - Sebanyak 45 siswa Sekolah Jurnalistrik Indonesia (SJI) tingkat Dasar  angkatan Pertama yang berlangsung di Palembang, Senin (8/2) dibuka dan diresmikan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH di Balai Diklat Sumsel. Yang mengembirakan, ternyata Sumsel menjadi provinsi pertama yang menggelar SJI dan menjadi pionir di Indonesia yang dalam pelaksanaannya diawssi badan dunia PBB Unesco.

Peresmian SJI Palembang ini disaksikan Ketua Umum PWI Pusat Margiono dan Direktur SJI, Zulkarimen Nasution di Balai Diklat Sumsel. Dalam sambutannya, Alex Noerdin minta kepada PWI pusat agar SJI tingkat lanjutan secara nasional di pusatkan di Palembang sehingga wartawan yang terjun ke lapangan benar-benar memiliki komptensi dan integritas yang tinggi.

 

Mengenai soal biaya pendidikan, Alex bersedia membantu mencarikan sponsor pihak ketiga sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan PWI mampu melahirkan wartawan yang profesional dan mandiri dengan ilmu yang dimilikinya. Sebagai bentuk penghargaan, Alex Noerdin memberikan uang saku kepada siswa SJI yang selama satu bulan mendalami ilmu jurnalistik dengan 42 tokoh pers nasional.

"Ini kesempatan bagi wartawan Sumsel untuk meningkatkan kualitas diri dan kompetensi dalam melaksanakan tugas jusrnalistik," katanya.

Sementara itu, Margiono dalam sambutannya mengatakan, SJI akan lahir di kota-kota di Indonesia. Sumsel sudah menjadi pionir dengan memanfaatkan momentum Porwanas ke-10 dan HPN ke-64. Untuk satu kali pendidikan, setidak-tidaknya dibutuhkan dana Rp 200 juta.

Dana tersebut melibatkan tiga instansi, yakni PWI bersama pemda, Mendiknas dan Unesco. Mengenai tawaran Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin SH mengenai Sumsel sebagai pusat SJI tingkat lanjutan di Indonesia, Margiono menyambut dengan positif.

"Beberapa angkatan tingkat dasar, mereka akan dikirim ke Palembang untuk program SJI lanjutan," katanya.

Ditempat yang sama, Direktur SJI Zulkarimen Nasution mengatakan, program SJI mendapat dukungan dari organisasi pndidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (Unesco). Dalam pelaksanaanya, Unesco akan terus memantau dan meminta laporan dari pelaksanaan SJI di Palembang,

"SJI adalah bagian dari rekomendasi PBB untuk meningkatkan kualitas wartawan sehingga menjadi lebih baik dan maju sehingga pers lebih profesional dan terdepan," katanya. (*)

Berita Terkait: