Presiden Hadiri Hari Pers Nasional di Palembang

Blog Single
 
Sample Image
Jakarta (Warta Kota) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bersedia menghadiri puncak acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2010 yang diadakan di Palembang, Sumatera Selatan, 9 Februari 2010 mendatang saat menerima Panitia Pusat HPN  yang dipimpin Margiono, Ketua Umum PWI, di Kantor Presiden, Jakarta.
 
Ikut mendampingi Margiono adalah Bambang Harymurti dan Wina Armada (Dewan Pers), Ridlo Eisy (SPS), Bernard Sudarmara (SGP), Sofyan Lubis (Ketua Dewan Penasehat PWI), Tarman Azzam (Ketua DK PWI),  Atal S Depari (Ketua Panpus HPN), Hendry Ch Bangun (Sekjen PWI), Marah Sakti Siregar (Ketua Bidang Pendidikan PWI), dan Budi Rahman (Bendahara PWI).
 

Margiono dalam kesempatan itu menjelaskan, ada tiga hal berbeda dari peringatan HPN tahun ini dibandingkan dengan sebelumnya. Pertama adalah diresmikannya Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Sumatera Selatan yang merupakan hasil kerjasama PWI, Kementrian Pendidikan Nasional, dan Pemprov Sumsel, untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di wilayah tersebut.

 

Kedua adalah ditandatanganinya Ratifikasi Perusahaan Pers oleh pimpinan media, yang berarti media tersebut mengikat diri untuk menjalankan Kode Etik Jurnalistik, Peraturan Perusahaan Pers, Standar Kompetensi Wartawan, Standar Perlindungan Wartawan yang dibuat oleh komponen pers Indonesia. Lalu ketiga, diserahkannya Kartu Pers Nomor Satu kepada insan-insan pers yang dianggap selama pengabdiannya di dunia pers menunjukkan profesionalisme, kompetensi, dan integritas yang tinggi oleh masyarakat pers yang tergabung dalam Panitia Pusat HPN.

 

Margiono juga kesediaan Presiden RI untuk memberikan semacam kuliah perdana bagi 30an siswa SJI yang berasal dari kalangan media di Sumsel, yang disambut baik oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Selain itu dalam HPN juga akan diberikan Hadiah Adinegoro bagi kategori tulisan, tajuk rencana, dan foto dengan hadiah masing-masing Rp 50 juta. “Tahun ini jumlah peserta jauh meningkat, ratusan buah sehingga panitia kewalahan, mungkin karena besaran hadiahnya yang merupakan tertinggi untuk sebuah karya jurnalistik,” tambah Margiono.

 

Penghargaan lainnya adalah Medali Emas Kemerdekaan Pers bagi orang atau pihak yang dianggap berjasa mengawal kemerdekaan pers yang tahun lalu diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (perseorangan) dan Tentara Nasional Indonesia (lembaga) karena taat menyikapi kasus pers sesuai Undang Undang tentang Pers No 40/1999, yakni menggunakan hak jawab.

 

Juga akan diberikan penghargaan Spirit Jurnalisme bagi wartawan yang konsisten menjalankan tugas jurnalistik di tengah berbagai kesulitan yang dialami.

 

Dalam kesempatan yang sama akan diberikan penghargaan tertinggi PWI yakni Pena Emas kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang dianggap berjasa bagi pers termasuk di antaranya dengan ide pendirian SJI di Palembang, dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Tarman Azzam yang memperkuat konsolidasi PWI di tengah-tengah kesulitan saat menjabat Ketua PWI dua periode.

 

Rangkaian acara HPN ini akan dimulai dengan Pekan Olahraga Wartawan (Porwanas), Seminar Olahraga, dan Pelatihan Wartawan Olahraga, yang berlangsung tanggal 3-8 Februari 2010. (hcb)

Berita Terkait: