KEJ Harus Dibahas Secara Aktual

Jakarta (ANTARA News) - Kode Etik Jurnalistik harus dibahas secara mendalam dan aktual, karena wartawan dan media massa sangat pesat perkembangannya, demikian salah satu rangkuman Pelatihan KEJ di Sekretariat PWI Pusat, Senin.

Wartawan yang profesional tentunya harus paham dan taat terhadap KEJ, karena kinerja dan profesinya dipertaruhkan dari hal ini, kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Margiono.

 

Wartawan senior dari Jawa Pos Grup tersebut mengemukakan pula, PWI sebagai organisasi profesi kewartawanan tertua dan terbesar jumlah anggota di negeri ini harus senantiasa berada di barisan terdepan untuk menegakkan KEJ. Bahkan, ia menambahkan, PWI harus semakin sering menyelenggarakan pelatihan dan forum diskusi bedah kasus KEJ hingga ke cabang dan perwakilan di daerah.

Sementara itu, Drs. H. Tarman Azzam selaku Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat menegaskan, KEJ harus senantiasa dibicarakan oleh wartawan yang dalam tugasnya senantiasa berhadapan dengan budaya masyarakat.

Oleh karena itu pula, kandidat doktor di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu menilai, KEJ sebagai pedoman utama kinerja wartawan jangan sampai melupakan berbagai faktor kebudayaan yang berkembang di masyarakat.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Cabang Jawa Timur, Joko Tetuko, mengusulkan KEJ PWI lebih diperdalam lagi untuk setiap pasal-pasalnya, sehingga akan lebih mudah dipahami batasan apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang bagi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Pada saat ini, menurut dia, setiap pasal di KEJ PWI telah memiliki tafsir, namun perlu diperdalam lebih jauh lagi sehingga dapat membantu pemahaman bagi seluruh wartawan.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun, dalam forum tersebut mengusulkan pula, agar KEJ harus senantiasa dapat memenuhi tuntutan zaman. Apalagi, menurut dia, sejumlah kasus peliputan pers kini semakin kompleks, sehingga istilah "cover both sides" sudah berkembang menjadi "multi-sides" atau pemberitaan dengan mengandalkan keberagaman nara sumber. (*)

Berita Terkait: