Wartawan Indonesia Cukup 7.000 Orang

Palangkaraya (ANTARA News)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat menilai jumlah wartawan sekarang ini terlalu banyak mencapai 14.000 orang, dan idealnya wartawan Indonesia mengutamakan kualitas, sehingga jumlah yang ideal untuk wartawan Indonesia hanya sekitar 7.000 orang saja, kata Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Marah Sakti Siregar, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat.

 

Ketika memberikan sambutan pada pembukaan Karya Latihan Wartawan (KLW) yang diikuti 141 wartawan Kalteng, Marah Sakti Siregar mengemukakan, PWI pusat sekarang sedang mengusahakan peningkatan kualitas wartawan tersebut.

 

Jumlah wartawan diharapkan lebih eksis dan bermutu secara seleksi alam melalui pembenahan sistem rekrutmen anggota PWI, dan diharapkan pula melalui organisasi pers, antara lain wartawan harus sarjana, atau harus benar-benar profesional.

 

Akibat wartawan hanya mengutamakan kuantitas, ia menilai, seringkali keberadaan wartawan di tengah masyarakat menjadi gerutuan orang, bahkan melahirkan caci maki lantaran ada yang tidak profesional.

 

Banyaknya jumlah wartawan. menurut dia, terlihat setelah era reformasi karena bermunculan penerbitan yang kemudian merekrut banyak wartawan tanpa mempertimbangkan kualitasnya.

 

Oleh karena itu, PWI punya program dalam upaya meningkatkan kualitas wartawan tersebut, antara lain Karya Latihan Wartawan (KLW), seperti yang berlangsung di Kalteng. Namun, ia berharap, KLW tidak sekedar formalitas semata, tapi harus menjadi sarana mencetak wartawan yang bermutu.

 

"Kalau berdasarkan penilaian ada peserta KLW memang harus tidak lulus tentu tidak boleh diluluskan, jangan lantas diluluskan hanya berdasarkan pertimbangan pertemanan semata," tuturnya.

 

Dalam kaitan meningkatkan kualitas wartawan itu pula, PWI pusat akan memprogramkan pelatihan bagi pelatih wartawan, artinya para pelatih wartawan seperti pelatih KLW ini akan digodok di Jakarta melalui sebuah latihan khusus. Nantinya pelatih wartawan harus pernah mengikuti pelatihan pelatih tersebut. Pelatihan bagi pelatih itupun nantinya berjenjang, ada pelatihan pelatih dasar, pelatihan pelatih madia, atau pelatihan pelatih senior, demikian Marah Sakti Siregar. (*)

Berita Terkait: